Sopir mengikuti instruksi Habib Ja’far. Mobil melaju ke arah Selatan, melaju sekitar 500 m, di jalan samping kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota. Habib Ja’far kembali mengeluarkan perintah. “Berhenti! Ini ada orang mati yang menangis berteriak-teriak minta tolong. Ayo kita tolong!” kata Habib Ja’far.
Keduanya menyusuri TPU Bergota. Tidak melalui jalan utama dan juga tidak sama dengan jalan menuju makam KH Sholeh Darat. Kedua habib ini menaiki bukit sembari berpegangan seutas tali. Habib Ja’far berjalan di depan, Habib Umar di belakangnya.
Mendadak Habib Ja’far berhenti di atas makam dengan tanda non-muslim di atasnya.
“Iki mayit digebuki malaikat. Ayo disyahadatke, lebokne Islam (Mayit ini sedang dipukuli malaikat. Ayo dibacakan syahadat, masukkan dia ke Islam)!” kata Habib Ja’far tegas.
Habib Umar meskipun merasa aneh karena mesyahadatkan orang meninggal secara syariat tidak bisa, namun karena diperintah oleh Habib Ja’far, akhirnya Habib Umar menurut.
Habib Umar menyentuh tanah di atas pusara. Beliau membacakan syahadat sebagai pertanda menuntun mayat yang ada di makam tersebut. Setelah selesai, Habib Ja’far menyambung dengan memimpin doa, Habib Umar pun mengamininya.
“Sudah, dia (mayit) sekarang sudah diam. Dia akan mengabari saudara-saudaranya, bahwa berislam itu enak,” Habib Ja’far mengakhiri pembicaraan di atas makam.
Karena masih merasa janggal, di dalam mobil, Habib Umar mendesak apa rahasia di balik itu semua. “Sudah, pokoknya nanti baik,” jawab Habib Ja’far singkat.
Tidak lama, sejak kejadian tersebut, tidak kurang dari 40 orang yang menyatakan diri masuk Islam dan meminta dituntun syahadat oleh Habib Umar Muthohar.
Baca Juga: Sosok Habib Jafar Alkaff, Wali Allah yang Memiliki Maqam Majdub
“Jadi ada yang dari Demak, Kudus, dan lain sebagainya, orang-orang masuk Islam. Saya tidak kenal mereka dan mereka tidak kenal saya,” kenang Habib Umar.
Setelah semua kejadian beruntun itu selesai, Habib Umar mencoba mengabarkan betapa banyak orang yang masuk Islam melalui dirinya.
“Lha kuwi, wonge ngabari dulur-dulure yen mlebu Islam kuwi enak (Nah itu, dia memberi tahu saudara-saudaranya, bahwa masuk Islam itu enak),” tutur Habib Ja’far. Wallahu a’lam. Lahul fatihah!
(Ahmad Mundzir)
Tag
Berita Terkait
-
Profil Lee Sang Bo, Aktor Korea yang Ditemukan Meninggal di Rumahnya
-
Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Campak? Ini 8 Langkah Penting agar Tidak Menular
-
Dunia Hiburan Berduka, Aktor Lee Sang Bo Meninggal di Usia 44 Tahun
-
Sheila Marcia dan Wina Natalia Kompak Melayat, Anji Ungkap Kedekatan Para Mantan dengan Ibunya
-
Di Depan Makam Ibunya, Anji Ajari Anak Harus Siap Hadapi Kematian
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia