Suara.com - Seorang gadis di Australia mendapat kecaman dan terancam ke meja hijau setelah rela bergelantungan di balkon sebuah gedung lantai 11 demi sebuah foto untuk media sosial.
Menyadur The Sun, Rabu (6/1/2021) insiden tersebut berawal dari seorang tamu sebuah resor di Seaside Resort di Mooloolaba di Queensland's Sunshine Coast, melihat wanita yang mempertaruhkan nyawanya demi sebuah foto.
Ia kemudian merekam detik-detik mengerikan tersebut saat wanita itu berpegangan pada pagar balkon dengan tidak ada pengamanan demi mengambil foto.
Setelah mengambil foto, wanita itu berjuang untuk kembali ke balkon dengan susah payah meskipun akhirnya selamat.
Kepolisian Queensland menyebut aksi itu bodoh dengan Inspektur Craig Hawkins mengatakan dia tidak percaya dengan aksi wanita tersebut.
"Orang-orang ini mempertaruhkan nyawa mereka karena foto yang sepele. Itu adalah perilaku yang bodoh, dan jatuh dari gedung yang tinggi tidak akan pernah berakhir dengan baik," ujar Inspektur Craig Hawkins.
"Saya juga ingin melihat perilaku seperti ini berakhir di pengadilan menjelaskan diri mereka sendiri kepada hakim." sambungnya.
Berbicara kepada 9News, tamu yang merekaman insiden tersebut, James berkata: "Saya hanya berpikir satu kali terpeleset dan dia pergi. Foto berikutnya mungkin dia di tanah."
Insiden serupa juga pernah terjadi tahun lalu di Meksiko, nahasnya dia sampai jatuh dan mengalami patah tulang yang cukup parah.
Baca Juga: Tahun Baru, Lagu Kebangsaan Australia Resmi Diubah, Ini Alasannya
Alexa Terrazas (23) jatuh dari balkon setinggi 82 kaki setelah kehilangan keseimbangan saat berfoto di sebuah balkon.
Pada tahun 2018, seorang wanita jatuh hingga meninggal dunia saat mengambil foto di sebuah balkon. Menurut laporan, pekerja konstruksi di dekatnya berteriak kepadanya untuk turun dari pagar tetapi angin kencang membuat dia tidak bisa mendengar mereka.
Sebuah studi mengejutkan yang dirilis pada 2018 menemukan antara 2011 dan 2017, 259 orang tewas secara tidak sengaja saat mengambil foto selfie.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera
-
Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan
-
DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional
-
Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI
-
Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital
-
Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun
-
Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya