Polisi juga meminta keluarga memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi jenazah seperti rekaman gigi dan sampel DNA.
Di rumah sakit, kakak dari kopilot Diego Mamahit mengatakan dia juga telah dimintai sampel darah.
"Saya yakin adik saya selamat, ini hanya untuk prosedur polisi," ujar Chris Mamahit penuh harap.
"Diego orang baik, kami masih yakin Diego selamat."
Di profil LinkedIn-nya, Diego Mahamit menulis "Saya sangat suka terbang."
Diego Mamahit dan sang pilot pesawat, Afwan, punya pengalaman menerbangkan pesawat komersial selama hampir dua dekade.
Afwan sebelumnya adalah seorang pilot angkatan udara.
"Kami keluarga masih mengharapkan kabar baik," kata salah satu anggota keluarga Afwan yang merupakan seorang Muslim yang taat, kepada Detik.com.
Presiden Joko Widodo menyampaikan simpati pada hari Minggu. "Kita melakukan upaya terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan para korban dan kita semua berdoa agar mereka dapat ditemukan," tutur Jokowi.
Baca Juga: Satu Kantong Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air Dibawa ke Daratan
Panca Widiya Nursanti, seorang guru sekolah menengah pertama di Pontianak, berencana kembali setelah berlibur di kota asalnya Tegal, Jawa Tengah.
Di Pontianak, suaminya Rafiq Yusuf Al Idrus menceritakan kontak terakhirnya dengannya. "Saya bercanda dengan mengatakan bahwa sesampainya di Pontianak kita akan makan sate bersama," katanya.
"Dia menghubungi saya lewat Whatsapp pukul 2.05 sore sambil tertawa. Dia sudah naik pesawat dan dia bilang kondisi cuaca tidak bagus. Saya bilang, tolong banyak-banyak berdoa." ae/yf (Reuters)
Berita Terkait
-
Wamendagri Ribka Haluk Kawal Langsung Penerbangan Perdana Maskapai Sriwijaya Air ke Wamena
-
Profil Hendry Lie: Kekayaan, Bisnis dan Kasus Hingga Jadi Tersangka Korupsi Timah
-
Skandal Timah! Bos Sriwijaya Air Hendry Lie Dibekuk Kejagung, Berawal dari Singapura
-
Berapa Kekayaan Hendry Lie? Aset Vila Bernilai Puluhan Miliar Disita Kejagung
-
Dari Singapura untuk Perpanjang Paspor, Kejagung Ciduk Tersangka Kasus Timah Hendry Lie di Bandara Soetta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?