Suara.com - Ulama kharismatik dari Banten Abuya Muhtadi Dimyathi merasa yakin Komjen Listyo Sigit Prabowo mampu mengamankan negara jika menjadi Kapolri.
Hal itu dikatakan Abuya Muhtadi mengingat Sigit pernah menjabat sebagai Kapolda Banten sejak 5 Oktober 2016 hingga 13 Agustus 2018. Menurut dia, saat itu Sigit mampu menciptakan situasi aman di Banten tanpa gejolak.
"Tugas utama dia terus amankan negara ini. Insya Allah mampu. Kalau beliau jadi (Kapolri), saya di belakangnya dan sebatas penguat saja. Saya ikut bagaimana keputusan pusat saja," kata Abuya Muhtadi melalui siaran pers, Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Selain itu, kata dia, Komjen Sigit juga sangat dekat dengan masyarakat termasuk para ulama.
Sementara itu, adik Abuya Muhtadi, Abuya Murtadho menuturkan hal yang sama. Menurut Abuya Murtadho, selama berdinas di Provinsi Banten, Sigit bekerja dengan baik dan mampu merangkul semua golongan. Bahkan, Sigit sempat menginstruksikan seluruh jajaran Polda Banten untuk membaca kitab kuning.
"Itu bagus," ujar Abuya Murtadho.
Dia berharap sikap Sigit itu bisa menginspirasi perwira-perwira tinggi yang menjadi Kapolda Banten selanjutnya saat memimpin provinsi itu.
"Seandainya polisi-polisi dan jenderal-jenderal seperti Pak Sigit pasti benar. Nah, saya tidak tahu lagi setelah Pak Sigit pindah, apakah program tersebut masih berjalan atau tidak," katanya.
Abuya Murtadho pun mendoakan yang terbaik buat Listyo Sigit.
Baca Juga: Awalnya Guyon, Cerita Pimpinan Ponpes Diberi Uang Puluhan Juta dari Listyo
"Doa yang terbaik saja," katanya.
Sebelumnya, pada Rabu (13/1), Presiden Jokowi mengajukan nama Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo ke DPR RI sebagai calon tunggal Kapolri.
Surpres tersebut bernomor: R-02/Pres/01/2021 dan disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Gedung Parlemen, Jakarta.
Nantinya Sigit akan mengisi jabatan Kapolri menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang akan memasuki masa purnatugas pada 1 Februari 2021 mendatang.
Rangkaian uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri akan dilaksanakan di DPR RI mulai Senin (18/1) diawali dengan ujian pembuatan makalah dan Selasa (19/1) dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. (Antara)
Berita Terkait
-
Isu Pencopotan Kapolri Mencuat, Ini Kata Pengamat soal Pengganti Listyo Sigit
-
Hitung Mundur Dimulai? Analis Sebut Kapolri Diganti Usai Hari TNI, Ini Sinyalnya
-
Jejak Emas Komjen Suyudi Ario Seto: Kepala BNN yang Masuk Bursa Calon Kapolri
-
Namanya Meroket di Bursa Calon Kapolri, Komjen Suyudi Ario Seto Akhirnya Buka Suara: Tidak Benar!
-
Heboh Isu Pergantian Kapolri, Komjen Suyudi Ario Seto Mencuat Gantikan Jenderal Listyo Sigit?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa