Suara.com - Ulama kharismatik Kabupaten Lebak KH Hasan Basri mendukung calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Besar Listyo Sigit Prabowo menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang memasuki masa pensiun.
"Kami tidak mempermasalahkan soal agama, karena tidak melanggar Undang-Undang juga, sebelumnya pernah Kapolri dijabat beragama nasrani yakni Jenderal Widodo Budidarmo pada masa 1974-1978," kata Anggota Komisi Fatwa MUI Banten di Lebak, Jumat.
Ia mengatakan pihaknya mendukung jenderal bintang tiga lulusan Akpol tahun 1991 ini merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.
Selama ini, rekam jejak Komjen Listyo Sigit selama menjabat Kapolda Banten cukup baik dan adil dalam menegakkan supremasi hukum. Selain itu juga hubungan dengan ulama dan kiyai sangat dekat juga kondisi keamanan Banten kondusif dan damai.
Padahal, kata dia, sebelumnya ulama Banten menolak Listyo menjadi Kapolda Banten, karena menganut non-muslim itu.
Dia mengungkapkan saat menjabat Kapolda Banten dapat melaksanakan tugas dengan baik juga dekat hubungan dengan ulama dan kerapkali mendatangi masjid dan pondok pesantren.
"Kami tentu mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kabareskrim Komjen Listyo Sigit sebagai calon Kapolri tunggal yang diajukan ke DPR," katanya menjelaskan.
Menurut dia, dalam ajaran Islam diperbolehkan pejabat dipimpin oleh non-muslim sepanjang itu tidak memerangi atau menimbulkan kerusakan ditambah juga Indonesia bukan negara Islam.
Komjen Listyo sangat layak menjadi Kapolri baik dari karir kepangkatan juga bekerja lebih profesional dan memiliki prestasi dibidang kepolisian.
Baca Juga: Ulama Banten: Seandainya Jenderal-jenderal Seperti Listyo Sigit Pasti Benar
Sosok Komjen Listyo Sigit membudayakan silaturahmi dan meminta nasihat para kiai, ulama dan tokoh masyarakat dalam membangun keamanan.
Apabila, Komjen Listyo Sigit lulus uji fit and proper test di DPR yang dilaksanakan Rabu (20/1) dan dipastikan akan dilantik sebagai Kapolri.
"Kami tidak meragukan lagi figur Komjen Listyo Sigit untuk memimpin Polri guna mewujukdan keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya menjelaskan. (Antara)
Berita Terkait
-
Isu Pencopotan Kapolri Mencuat, Ini Kata Pengamat soal Pengganti Listyo Sigit
-
Hitung Mundur Dimulai? Analis Sebut Kapolri Diganti Usai Hari TNI, Ini Sinyalnya
-
Jejak Emas Komjen Suyudi Ario Seto: Kepala BNN yang Masuk Bursa Calon Kapolri
-
Namanya Meroket di Bursa Calon Kapolri, Komjen Suyudi Ario Seto Akhirnya Buka Suara: Tidak Benar!
-
Heboh Isu Pergantian Kapolri, Komjen Suyudi Ario Seto Mencuat Gantikan Jenderal Listyo Sigit?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal