Suara.com - Ketua Satuan Tugas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban mengatakan bahwa hasil program vaksinasi Covid-19 memang tidak bisa langsung dirasakan. Karena itu, ia menilai kalau Indonesia mesti mengantisipasi apabila jumlah kasus Covid-19 mencapai satu juta orang dalam waktu dekat.
Zubairi menuturkan bahwa hasil program vaksinasi Covid-19 yang baru dimulai pada pertengahan Januari 2021 itu bisa dirasakan dalam waktu yang lama. Sehingga menurutnya ada hal yang mesti menjadi perhatian khusus ketimbang menanti hasil dari program vaksinasi Covid-19.
"Dampak positif atau hasil vaksinasi itu masih perlu waktu lama jadi memang kita mau engfak mau memang harus menyiapkan diri bagaimana kalau sebentar lagi jumlah kasus kita menjadi satu juta kasus," kata Zubairi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (19/1/2021).
Kemudian apabila kasusnya terus bertambah hingga lebih dari satu juta orang, maka pemerinta harus bersiap dengan menambahkan fasilitas rumah sakit seperti tempat tidur, ruangan ICU, hingga ventilator. Jumlah tenaga kesehatan juga disebutnya penting untuk kembali diperbanyak karena melihat kondisi dokter dan perawat yang sudah mulai kelelahan.
Faktor kelelahan tersebut juga bisa menjadi pemicu mudahnya mereka tertular Covid-19.
"Sekarang banyak dokter perawat mulai kecapekan dan penularan diantara nakes menjadi lebih tinggi jadi kita harus antisipasi banget dari sekarang."
Dalam kesempatan yang sama, Zubairi juga menambahkan bahwa jumlah rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 harus ditambah seiring meningkatnya kasus. Itu menjadi bagian dari antisipasi mengingat pengalaman di awal masa pandemi Covid-19 menerjang, berbagai negara termasuk Indonesia kewalahan karena sedikitnya ketersediaan rumah sakit rujukan.
"Jadi kalau dahulu kita sudah naikan jumlah RS untuk rujukan, sekarang harus dinaikan lagi, bulan depan harus naik lagi."
Baca Juga: Kasus Covid di Indonesia Memprihatinkan, Ketua Satgas IDI: Tak Perlu Panik
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran
-
3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran
-
Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Dapur MBG di Palembang Hentikan Operasional, Sebut Anggaran Belum Cair
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan 2 Tersangka Swasta Kasus Kuota Haji Hari Ini
-
Kejar Deadline Oktober! Dasco Ungkap Kunci Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru Ada di Tangan Buruh
-
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
-
Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi
-
Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara