Sebagai bentuk dukungan teknologi dalam mempertahankan genetik lokal, Kementan memiliki Balai Embrio Ternak Cipelang dan Balai Inseminasi Buatan Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Ditjen PKH.
Balai tersebut memiliki tugas dan fungsi untuk penyelamatan plasma nutfah dengan memproduksi embrio dan semen beku untuk mendapatkan ternak sapi yang berkualitas.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Sugiono menjelaskan berbagai keunggulan sapi pasundan, yakni selain adaptif dengan kondisi agroekosistem di Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, sapi pasundan memiliki sistem reproduksi yang baik, dengan rentang beranak yang relatif stabil dan selalu menghasilkan ternak yang mempunyai nilai kondisi tubuh di atas tiga pada skala lima.
Sapi pasundan juga lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan cuaca. Hal ini memberikan dampak positif terhadap sistem kesehatannya, karena dengan lebih mudah beradaptasi, sapi tidak mudah stres.
Selain itu, Sugiono menilai sapi pasundan mempunyai prosentasi karkas yang cukup baik, pada kisaran 50 persen dengan berat bisa mencapai 300 kilogram sampai 350 kilogram.
Sapi pasundan mempunyai potensi untuk menghasilkan daging dengan kualitas premium.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencetuskan ide untuk menjalankan program kawin silang antara sapi khas Belgia berjenis Belgian Blue Cattle dengan sapi khas tanah pasundan yang bertujuan untuk meningkatkan tonase hasil produksi sapi lokal.
Hal tersebut tercetus usai Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melakukan kunjungan kerja ke Belgia di akhir tahun 2018.
Baca Juga: Harga Daging Sapi Tembus Rp 130.000/Kg, Gapenda 'Geruduk' DPRD Banten
Alih fungsi lahan
Namun ada sejumlah hambatan yang dihadapi oleh pemerintah untuk mengoptimalkan atau pengembangan sapi pasundan demi tercapainya impian swasemda daging sapi.
Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Aida Rosana populasi sapi pasundan yang merupakan salah satu kekayaan ternak lokal Indonesia yang telah dipelihara secara turun-menurun oleh masyarakat peternak Jawa Barat sebagai sumber penghidupan, tergerus oleh alih fungsi lahan untuk kepentingan industri.
Pada tahun 2017, populasi sapi pasundan mencapai 35 ribu ekor lebih yang tersebar di 11 daerah di Provinsi Jawa Barat.
"Tapi sekarang hampir 20 sampai 25 ribuan. Kenapa demikian karena sudah banyak alih fungsi lahan. Seperti pembangunan kawasan industri," kata Aida Rosana.
Alih fungsi lahan tersebut membuat para peternak sapi pasundan tidak bisa berternak lagi padahal jenis sapi tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis sapi lainnya seperti lebih tahan terhadap faktor cuaca dan dagingnya lebih berkualitas.
Pemerintah Jawa Barat bertekad akan terus melakukan pengembangan terhadap sapi pasundan agar bisa menggenjot kembali populasi sapi tersebut walaupun pada tahun lalu terhambat oleh perubahan (refocusing) anggaran untuk penanggulangan COVID-19.
"Kita akan kembangkan, tapi tadinya mau 2020, tapi karena ada refocusing, jadi kita ingin mengembangkan sapi pasundan di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Garut," katanya.
Pengembangan sapi pasundan salah satunya dilakukan dengan membangun klaster khusus pengembangan sapi tersebut yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Kuningan.
Kabupaten Kuningan termasuk ke dalam 11 daerah sebaran sapi pasundan di Jawa Barat, khususnya Kecamatan Cibingbin yang saat ini memiliki populasi sapi pasundan sekitar 5.000 ekor melalui pemeliharaan intensif dan semiintensif.
Upaya pemerintah daerah untuk menggenjot populasi sapi pasundan adalah dengan memproduksi semen bekunya di UPT Daerah Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong, Ciamis.
Kebutuhan daging sapi di Jabar mencapai 195 ribu ton setara dengan 1 juta ekor lebih per tahun.
Meskipun di Jawa Barat banyak berdiri hotel dan restoran, namun dalam situasi pandemi COVID-19 membuat permintaan sapi menurun.
Ketersediaan sapi lokal Jawa Barat hanya berkisar 10 persen, selebihnya atau 90 persen harus didatangkan dari luar, baik antar pulau maupun sapi bakalan dan daging impor.
Untuk bisa mencapai swasembada daging sapi di Tanah Air, khususnya di Jawa Barat, melalui sapi pasundan, bukanlah persoalan mudah. Karena itu dibutuhkan dukungan dari mulai pemerintah pusat, provinsi hingga tingkat kabupaten dan kota. [Antara]
Berita Terkait
-
Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!
-
Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional
-
Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
-
Lebih Empuk! 5 Cara Mengolah Daging Sapi agar Tidak Alot
-
Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun