Suara.com - Polisi menggerebek 89 bule yang sedang asyik berpesta di sebuah bar di pulau resor populer Thailand selatan karena melanggar peraturan virus corona.
Menyadur ABC News, Kamis (28/1/2021) penggerebekan tersebut terjadi pada Selasa malam waktu setempat di Three Sixty Bar di Koh Phangan.
Polisi juga menjaring 22 warga Thailand, termasuk satu yang diidentifikasi sebagai pemilik bar dan satu lagi yang menjual minuman.
Kolonel polisi Suparerk Pankosol, pengawas kantor imigrasi provinsi mengatakan bahwa pertemuan itu ilegal di bawah keadaan darurat nasional yang diumumkan bulan Maret lalu untuk memerangi virus corona.
Mereka yang ditangkap berasal lebih dari 10 negara, termasuk AS, Inggris, Swiss, dan Denmark, kata Suparerk.
Foto-foto penggerebekan yang dibagikan oleh polisi menunjukkan ruangan yang gelap dan penuh sesak dengan pengunjung pesta berpakaian santai, hampir semuanya memakai masker.
Koh Phangan yang terletak di provinsi Surat Thani adalah tujuan populer bagi para backpacker karena terkenal dengan pesta pantai Bulan Purnama. Namun, Thailand telah melarang hampir semua turis memasuki negara itu sejak April lalu karena pandemi Covid-19.
Ada 29 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Surat Thani dari total nasional 15.465 kasus. Namun, 11 dari 29 kasus telah ditemukan dalam sebulan terakhir.
Hukuman untuk pelanggaran keadaan darurat bisa sampai dua tahun penjara dan denda mencapai 40.000 baht (Rp 18,7 juta).
Baca Juga: Anthony Ginting Tak Berdaya Hadapi Axelsen di BWF World Tour Finals
Pemilik bar dan pekerja juga dapat dituduh melanggar Undang-undang Penyakit Menular, dihukum dengan penjara satu tahun dan denda hingga 100.000 baht (Rp 46 juta).
Suparerk mengatakan puluhan bule tersebut ditahan di kantor polisi Koh Phangan, di mana para penyelidik sedang mempersiapkan dokumen untuk menuntut mereka.
Dia mengatakan polisi telah melacak rencana pesta di media sosial, tempat bar tersebut mempromosikan acara tersebut untuk merayakan ulang tahun kelimanya. Tiket masuknya 100 baht (Rp 47.000).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
LSM Penjara 1 dan Polri: Mendefinisikan Ulang Keamanan Lewat Budaya Tertib Masyarakat
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
-
Drama OJK: Setelah Ketua dan Wakil Mundur, Siapa yang Ditunjuk Prabowo Jadi Pengganti?
-
Waspada! Daerah Ini Diprediksi BMKG Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Minggu Ini
-
Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki