Suara.com - Meski pandemi Covid-19 masih merebak, nuansa Imlek begitu terasa saat memasuki Pasar Petak Sembilan Glodok, Jakarta Barat. Warna merah cerah begitu mendominasi dari lampu lampion, pakaian, dan berbagai pernik-pernik Imlek yang dijajakan para pedagang.
Motor, mobil, pejalan kaki hilir mudik lewat bergantian, sehingga sesekali terjadi kemacetan kecil di kawasan ini. Tampak juga sesekali barongsai yang beratraksi, menambah kental suasana Imlek di kawasan Pecinan ini.
Meski terlihat ramai dan sesak, namun dibanding tahun-tahun sebelumnya situasi di kawasan ini tergolong sepi pengunjung. Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang pernak-pernak Imlek, Yanti.
“Ini termasuk sepi, padahal Imlek tinggal satu hari lagi” kata Yanti saat ditemui Suara.com, Kamis (11/2/2021).
Perempuan yang berusia 40 menuturkan, biasanya Pasar Petak Sembilan akan ramai sesak dua minggu menjelang Imlek. Namun, pandemi Covid-19 dan pembatasan wilayah yang diterapkan pemerintah membuat jumlah pengunjung berkurang.
Hal ini pun diamini Yanti, mempengaruhi pendapatannya pada momen Imlek tahun ini. Biasanya dupa, lilin, lampion, dan angpau akan ludes terjual
“Tahun sebelumnya sehari bisa mencapai 20 juta, kalau sekarang lima juta juga sudah bersyukur,” ujar Yanti.
Keluhan yang sama juga disampaikan Dewi, pedagang baju Cheongsam (Baju Imlek). Perempuan berusia 35 ini mengakui pendapatan yang berkurang. Baju Cheongsam dan baju sio kerbau yang dijajakannya sepi peminat.
“Lebih enak tahun lalu, biasa saya mampu mendapat tujuh sampai delapan juta sehari. Sekarang, empat sampai lima juta” ujarnya.
Baca Juga: Gisella Anastasia Tak Rayakan Imlek, Cuma Wajahnya yang Oriental
Selain pernak-pernik dan baju yang mengalami penurunan pembeli. Kue Keranjang yang menjadi panganan wajib saat Imlek juga turut terdampak.
Alim pedagang panganan ini mengakui, omset penjualannya sangat turun drastis sampai 50 persen. Meski pria berusia 54 tahun ini enggan menyebut nominal pendapatannya pada momen Imlek tahun lalu.
“Sangat turun sekali, 50 persen ada penurunan omset saya,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pameran Seni Eksklusif Kenji Chai Hadir di Jakarta Premium Outlets
-
Lukisan 'Kuda Api' Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar untuk Aksi Kemanusiaan
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Angpao Imlek Bingung Buat Apa? Ini 3 Rekomendasi Jam Tangan Casio di Bawah Rp500 Ribu
-
Satu Februari, Empat Makna: Valentine, Imlek, Pra-Paskah, dan Ramadan
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer