Suara.com - Anggota dewan sekolah California, Amerika Serikat, mengundurkan diri setelah menggunjing orang tua murid saat rapat online yang tidak mereka sadari disiarkan langsung secara publik.
"Mereka ingin mengganggu kami karena mereka ingin babysitter mereka kembali," kata salah satu dewan sekolah disadur dari BBC News, Selasa (22/2/2021).
Seorang anggota dewan lain menyiratkan bahwa orang tua ingin anak mereka keluar rumah agar mereka dapat menggunakan narkoba di siang hari.
Saat para anggota dewan tersebut bergunjing, orang tua murid bergabung dalam rapat online tersebut dan tidak sengaja mendengar pembicaraan tersebut.
"Uh-oh. Kami memiliki pertemuan yang terbuka untuk umum sekarang." kata anggota dewan Kim Beede dengan nada kaget ketika dia diberitahu, beberapa menit setelah percakapan tersebut.
Pertemuan online melalui aplikasi Webex tersebut kemudian langsung diubah menjadi status pribadi setelah insiden tersebut terjadi.
Cuplikan saat insiden pertemuan online tersebut kemudian diunggah ke media sosial Twitter oleh reporter NBC Bay Area Bigad Shaban.
Percakapan tersebut melibatkan ketua dewan Lisa Brizendine yang mengatakan bahwa orang tua yang marah tentang pembatasan Covid hanya ingin sekolah bertindak sebagai babysitter.
Kemudian, Richie Masadas seorang anggota lain bercanda bahwa beberapa orang tua ingin menggunakan narkoba saat anak-anak mereka tidak di rumah.
Baca Juga: Biden Jadi Presiden, China Ingin Perbaiki Hubungan dengan AS
Richie Masadas langsung berusaha untuk mencairkan suasana dengan menyatakan bahwa kakaknya memiliki layanan pengiriman mariyuana.
"Kakak saya memiliki layanan pengiriman mariyuana medis - kliennya adalah orang tua dengan anak-anak mereka di sekolah," katanya, disambut tawa dari yang lain.
Insiden tersebut mengakibatkan lebih dari 7.000 orang menandatangani petisi yang menyerukan para anggota dewan untuk mengundurkan diri karena "perilaku yang mengerikan".
Dua hari setelah pertemuan, seluruh dewan mengundurkan diri, menurut Pengawas Distrik Sekolah Dasar Oakley Union, Greg Hetrick.
Dalam sebuah surat kepada orang tua, dia menyertakan permintaan maaf dan pernyataan dari tiga anggota dewan tersebut.
"Kami sangat menyesali komentar yang dibuat dalam rapat Dewan Pendidikan awal pekan ini," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus
-
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
-
Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun
-
Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?
-
Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat
-
Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok