NATO menuntut pembebasan segera pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dan tahanan politik lainnya.
NATO juga mengutuk politik "destabilisasi" Rusia di negara-negara tetangga, dan tindakan Kremlin untuk mempengaruhi pemilu dan mendukung serangan dunia maya.
UE dan AS sepakat untuk bekerja sama
Setelah pidatonya, Blinken dan kepala urusan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell merilis pernyataan bersama.
Keduanya setuju untuk meluncurkan kembali dialog bilateral tentang Cina dan bekerja sama mengatasi "perilaku menantang" Rusia.
"Mereka mengakui pemahaman bersama bahwa hubungan dengan Cina memiliki banyak sisi, yang terdiri dari elemen kerja sama, persaingan, dan persaingan sistemik," kata pernyataan itu.
Mereka juga membahas kerja sama di bidang perubahan iklim, vaksin virus corona, isu Iran dan Turki.
'Sifat destruktif kepentingan Amerika'
Pada Selasa (23/03), Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dan mitranya dari Rusia Sergey Lavrov bertemu di Guilin di Cina selatan untuk bersatu melawan "aliansi NATO yang baru dihidupkan kembali."
Baca Juga: Amerika Serikat Akan Kirim 4 Juta Dosis Vaksin ke Kanada dan Meksiko
Menteri luar negeri Cina dan Rusia mengatakan, mereka memandang upaya NATO untuk bersatu sebagai upaya oleh kekuatan transatlantik Barat untuk memaksakan "pemahaman berbasis aturan mereka tentang tatanan dunia di negara lain."
Lavrov mengatakan dia mencatat "sifat destruktif dari kepentingan Amerika yang bergantung pada aliansi politik dan gaya militer perang dingin."
"Aliansi yang diperbarui," kata Lavrov, "dimaksudkan untuk merusak arsitektur negara hukum internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa."
Pengaruh Cina yang meningkat di tatanan politik dunia diperkirakan akan menjadi agenda utama para kepala negara dan kepala pemerintahan anggota NATO selama KTT Juni mendatang. pkp/as (AFP, Reuters)
Berita Terkait
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
-
Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton
-
Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum
-
Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas