Suara.com - Seorang guru SD di Prefektur Okinawa, Jepang dihukum potong gaji selama 3 bulan karena ketahuan minum alkohol di kelas. Menyadur Japan Today Kamis (22/04), sekolah di Jepang terkenal dengan disiplin tinggi, salah satunya dilarang minum selama jam pelajaran.
Bukan hanya berlaku untuk siswa, hal yang sama juga harus diterapkan oleh guru, mengingat mereka harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak.
Sayangnya, ada seorang guru senior yang justru melanggar aturan ini ketika mengajar di kelas. Bukan hanya minuman biasa, guru ini ternyata menyesap 'chu-hai', salah satu minuman keras populer di Jepang.
Chu-hai atau yang kerap diterjemahkan sebagai 'Chu-hi' adalah gabungan shochu, minuman keras suling dengan air berkarbonasi rasa jus buah. Dalam satu kalengnya, 'Chu-hi' bisa mengandung alkohol sebanyak 12 persen.
Sementara itu, guru 51 tahun ini dilaporkan sudahdua kali minum alkohol, pertama pada 22 dan yang kedua tanggal 26 Februari, saat para siswa mengerjakan tugas individu.
Seorang siswa di kelas ada yang mengenali kaleng muniman keras tersebut dan melaporkannya pada guru lain pada tanggal 26 Februari. Pada staf, guru itu mengaku minum alkohol di kelas dan mengungkapkan penyesalannya.
Ia mengatakan "meminumnya secara spontan".
Dewan Pendidikan Prefektur Okinawa mengatakan bahwa guru itu telah didisiplinkan dengan pengurangan gaji sepuluh persen selama tiga bulan, sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik Lokal.
Kepala dewan pendidikan prefektur meminta maaf atas tindakan guru tersebut. Ia mengatakan itu adalah perilaku yang tidak benar bagi seorang pegawai negeri dalam sistem pendidikan.
Baca Juga: Pria Perlu Waspada, Minum Alkohol Bisa Tingkatkan Risiko Keturunan Cacat
Dia juga mengatakan dewan akan berusaha untuk memulihkan kepercayaan dan mencegah terulangnya kejadian yang sama dengan memperketat tindakan disipliner untuk sta.
Memulihkan kepercayaan seharusnya menjadi prioritas utama bagi dewan pendidikan di seluruh Jepang saat ini, mengingat guru sekolah dasar lain di Jepang baru-baru ini didisiplinkan karena menyembunyikan sepatu siswa dan menulis kata "mati" di barang-barang mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Polda DIY Periksa 31 Saksi, Segera Tetapkan Tersangka!
-
Pramono Anung Beberkan Proyek Strategis DKI, dari RS Internasional hingga Perpanjangan LRT Jakarta
-
Tepis Tuduhan Langgar HAM, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
-
Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP
-
DPR Sahkan 7 Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030
-
Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan
-
Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya
-
Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK
-
Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman
-
IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani