Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyayangkan adanya Warga Negara Asing (WNA) yang malah berkeliaran saat menjalani karantina kesehatan di apartemen Oakwood Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Riza pun tak ingin kejadian serupa kembali terulang ke depannya.
Karena itu, Riza berencana memperketat pengawasan terhadap tempat karantina kesehatan untuk WNA. Apalagi di masa bulan ramadan ini, akan banyak orang dari luar negeri yang datang ke Indonesia.
"Pengawasan tentu harus ditingkatkan apalagi mendekati hari raya Idul Fitri lebaran, ada peningkatan intensitas mobilitas Interaksi yang dapat menyebabkan kerumunan, tentu pengawasan harus ditingkatkan," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (30/4/2021).
Menurut Riza, sudah ada ketentuan bagi pengelola tempat karantina kesehatan. Bagaimana mengelola orang yang tinggal dan penerapan protokol kesehatannya selama menjadi tempat karantina sudah diatur.
"Kita Pastikan semua itu berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang ada dan mari yang lebih penting adalah kesadaran kita semua sebagai warga untuk menjadikan protokol sebagai sebuah kebutuhan," jelasnya.
Mengenai sanksi tertulis bagi Oakwood, Riza akan memeriksanya lebih lanjut. Sebab ada ketentuan sanksi secara berjenjang bagi tempat karantina yang melakukan pelanggaran.
"Ada tahapannya, mulai dari teguran, tertulis sampai dengan sanksi pencabutan izin, jadi nanti dari Dinas Pariwisata ya itu akan memberikan sanksi kepada siapa saja melanggar termasuk Hotel," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang baru datang ke Indonesia menjalani masa karantina di Apartemen Oakwood Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Namun selama diisolasi, mereka malah membuat khawatir warga setempat.
Pasalnya sejumlah WNA kedapatan berkeliaran di tengah masa karantina. Bahkan, mereka dengan bebasnya menggunakan fasilitas seperti kolam renang.
Baca Juga: PNS Dishub DKI Bolos Setahun Jadi Kurir Narkoba, Wagub DKI Kaget
Di dalam apartemen itu tidak hanya ada WNA yang sedang isolasi. Banyak penghuni lain yang tinggal di tempat yang sama.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya membenarkan tindakan membuat resah yang dilakukan WNA itu. Lebih lanjut, pihaknya telah menyampaikan teguran tertulis kepada pengelola apartemen.
"Dengan ini, kepada usaha saudara diberikan sanksi tertulis," ujar Gumilar dalam keterangannya, dikutip Jumat (30/4/2021).
Tak hanya itu, Gumilar juga menyatakan akan memberikan sanksi lebih tegas dengan menutup apartemen sementara jika kejadian serupa masih terulang. Karena itu ia meminta agar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dijalankan.
"Selanjutnya, apabila ditemukan pelanggaran perlindungan kesehatan masyarakat yang terulang, maka akan dilakukan penghentian sementara kegiatan selama tiga hari dengan pemasangan segel pada pintu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga
-
Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi