Suara.com - Profil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sedang menjadi sorotan. Pasalnya, ia diamankan oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Minggu (9/5/2021).
Novi Rahman Hidayat diamankan bersama sejumlah orang setelah diduga terlibat dalam kasus lelang jabatan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Siapa sebenarnya Novi Rahman Hidayat dan bagaimana sepak terjangnya hingga menjadi seorang Bupati Nganjuk? Simak profil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat berikut ini.
Novi Rahman Hidayat lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 2 April 1980 silam, saat ini berusia 41 tahun. Novi Rahman Hidayat merupakan Bupati Nganjuk untuk periode 2018 – 2023. Novi juga tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur pada periode 2021 – 2026.
Pada Pilkada Kabupaten Nganjuk, Novi berpasangan dengan Marhaen Djumadi. Pasangan tersebut telah diusung oleh tiga partai yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Pasangan Novi-Marhaen mendapatkan 303.192 suara atau 54,5 persen. Pada hari Senin, 24 September 2018, pasangan Novi-Marhaen dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk.
Riwayat Pendidikan Novi Rahman Hidayat
Novi diketahui pernah mengenyam pendidikan sekolahnya di SDN 1 Pace Kulon, SMPN 1 Nganjuk, dan SMA Ponpes Darul Ulum Peterongan Jombang.
Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolahnya ia kemudian melanjutkan pendidikan starta 1 dan lulus sebagai Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Blitar pada tahun 2005 silam. Novi kemudian melanjutkan pendidikannya sebagai seorang magister Manajemen Universitas Islam Kadiri, Kota Kediri.
Baca Juga: Kasus Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk Patok Harga Hingga Rp150 Juta
Jejak Karier Novi Rahman Hidayat
Novi dikenal aktif dalam kegiatan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia Kediri pada tahun 2010 hingga 2015.
Ia juga menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara di PBI Kediri dan saat ini sedang menjadi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur pada periode 2021 – 2026.
Sebelum menjadi Bupati Nganjuk, Novi tercatat memiliki banyak perusahaan dan jabatan. Ia memiliki total 36 perusahaan yang ia telah rintis sejak dibangku SMA. Berikut ini daftarnya:
- Kepala Wilayah KSP Tunas Artha Mandiri Jawa Timur (2003-2005)
- Direktur HRD KSP Tunas Artha Mandiri (2005-2007)
- Direktur Utama Tunas Artha Mandiri (2007-2016)
- Ketua Bidang Strategi Pengembangan Bisnis KSPPS Tunas Artha Mandiri (2016-2018)
- Presiden Direktur PT Putra Tunas Artha Mandiri Group (2006-2017)
- Direktur Utama PT Putra Tunas Artha Mandiri Group (2008-2018)
- Komisaris Utama PT BPR Tunas Artha Jaya Abadi (2009-2018)
Harta Kekayaan
Dilansir situs e-LHKPN, total harta kekayaan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mecapai Rp 116,8 miliar. Harta kekayaannya terdiri atas 32 lokasi bidang tanah senilai Rp 58,6 miliar yang tersebar di DKI Jakarta, Tangerang, Ngajuk Surabaya, Kediri, Malang hingga Kotawaringin Timur.
Novi Rahman Hidayat juga memiliki mobil Toyota Harier, Suzuki Katana, dan Toyota Hiace dengan total nilai Rp 764 juta. Harta bergerak lainnya senilai Rp 1,2 miliar, surat berharga Rp 32,2 miliar, kas dan setara kas Rp 26,4 miliar. Ia juga memiliki hutang senilai Rp 2,4 miliar.
Demikian adalah profil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang terkena OTT KPK dikarenakan kasus dugaan jual beli jabatan pada lingkup Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai RUU Perampasan Aset
-
Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian
-
4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak