Suara.com - Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dikabarkan mundur dari pencalonan dirinya menjadi duta besar Indonesia untuk Spanyol. Kabar mundurnya terawan itu dibenarkan Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R Abdullah.
Taufik mengaku juga mendengar kabar ihwal mundurnya Terawan.
"Iya saya dengar," kata Taufik dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/5/2021).
Kabar tersebut diperkuat dengan hilangnya nama Terawan dalam daftar calon duta besar di surat yang dikirimkan Presisen Jokowi ke DPR. Diketahui dalam rapat paripurna Kamis (20/5), Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar membacakan adanya tiga surat presiden yang berkaitan dengan pencalonan dubes.
"Iya dia (Terawan), sudah gak ada di situ," kata Taufik.
Taufik menambahkan bahwa sudah ada pengganti Terawan. Namun ia tidak menyebutkan siapa lantaran tidak memegang daftar terbaru para calon dubes.
Isu Calon Dubes
Terawan Agus Putranto dikabarkan ditunjuk pemerintah menjadi duta besar Spanyol yang berkedudukan di Madrid.
Hanya saja, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah belum bisa memberikan konfirmasi terkait kabar tersebut. Alasannya, ia tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkannya.
Baca Juga: Anggota DPR Disuntik Vaksin Nusantara, Teddy PKPI: Saya Harus 'Angkat Topi'
"Saya tidak bisa konfirmasi, dalam praktek dan adab diplomasi, nama-nama calon dubes tidak dibuka ke publik, setidaknya sampai diperoleh persetujuan dari negara yang dituju atas calon yang diajukan," kata Teuku kepada wartawan.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, sejumlah calon dubes termasuk nama Terawan yang menurut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sudah diterima DPR RI untuk segera disahkan.
"Sudah diterima minggu lalu, tapi saya tidak hafal nama-namanya," ucap Dasco.
Terawan sendiri belum menjawab ketika dikonfirmasi Suara.com terkait kebenaran kabar yang beredar tersebut.
Selain Terawan, ada pula nama Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Rosan Roeslani yang dicalonkan menjadi Dubes RI untukl Amerika Serikat di Washington D.C.
Kemudian ada Komisaris PT Yodya Karya (Persero), hairi Misrawi sebagai bakal calon duta besar RI untuk Arab Saudi. Dia tercatat sebagai anggota tim kampanye Presiden Joko Widodo pada pemilihan presiden 2014 dan 2019.
Berita Terkait
-
Anggota DPR Disuntik Vaksin Nusantara, Teddy PKPI: Saya Harus 'Angkat Topi'
-
Ikut Uji Klinis Vaksin Nusantara, Anang Hermansyah Teriak-teriak Ketakutan
-
Disuntik Vaksin, Anang Hermansyah Ketakutan sampai Diketawain Ashanty
-
Anang Hermansyah Menjerit Ketakutan Disuntik Vaksin, Bikin Malu Ashanty!
-
Siti Fadilah Disuntik Vaksin Nusantara Oleh Terawan, Ini yang Dirasakan
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang