Suara.com - Seorang reporter radio Denmark viral setelah melakukan liputan pembukaan kembali klub swinger dengan berhubungan seks secara langsung dalam keadaan mikrofon menyala.
Menyadur Sputnik News, Selasa (1/6/2021) Louise Fischer, seorang reporter Radio4 Denmark melakukan reportase pembukaan kembali klun swingers di Ishøj.
Fischer membuat reportase unik dan menjadi viral di media sosial dengan melakukan hubungan seks dengan mikrofon menyala.
Pada liputan selama 10 menit tersebut, terdengar desahan, erangan keras, tamparan yang terdengar dari sepasang yang berhubungan seks.
Fischer menggambarkan swinger milieus sebagai bagian tabu dari proses pembukaan kembali. Ia juga berpendapat berusaha untuk memberikan wawasan tentang dunia yang jarang dilihat oleh orang luar.
Menurut Fischer, para swinger tidak akan terbuka sebanyak yang dia inginkan, jika dia hanya dengan santai mewawancarai mereka di bar.
"Adegan swinger adalah lingkungan yang sangat tertutup", Fischer mengatakan kepada surat kabar JyllandsPosten.
"Saya tahu sebelum saya datang bahwa saya tidak akan mendapatkan wawasan penuh, tetapi saya setidaknya harus menciptakan semacam kepercayaan dan kredibilitas antara saya dan mereka." jelasnya.
Sebelum rekaman, Fischer mendapat izin dari atasannya, dan ditekankan bahwa sepenuhnya keputusannya sendiri.
Baca Juga: Awas! Kurang Tidur Pengaruhi Kualitas Hubungan Seks
"Mereka mengira itu sudut pandang yang baru, dan mereka sepenuhnya percaya bahwa saya hanya melakukan apa yang saya inginkan dan dapat menemukan diri saya sendiri," katanya.
Dalam sebuah wawancara dengan Ekstra Bladet, Fischer menggambarkan liputan tersebut "salah satu hari yang lebih istimewa di kantor".
"Menyenangkan untuk mencoba, tetapi juga sulit untuk mempertahankan konsentrasi penuh," tambahnya. Dia juga memberikan kredit kepada orang yang diwawancarai.
"Penting untuk mengatakan bahwa bukan hanya pria yang menabrak penisnya. Kami melakukan dialog yang baik dan berbicara di sepanjang jalan." jelasnya.
Atasan Fischer kemudian memberikan pujian atas reportase mengejutkan dan menyebutnya sebagai cara cerdas untuk masuk ke dunia tertutup.
"Saya pikir itu keren ketika reporter kami bereksperimen dengan membuat jurnalisme dengan cara yang berbeda," kata chef program Radio4 Tina Kragelund kepada Jyllands-Posten.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?