Suara.com - Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika, Akhmad Sahal atau Gus Sahal menyoroti pandangan penceramah Ustaz Felix Siauw soal nasionalisme dan kebangsaan.
Gus Sahal menyebut pandangan Ustaz Felix Siauw merongrong nasionalisme dan membuktikan bahwa dirinya tak benar-benar mendalami Islam.
Kritik keras tersebut disampaikan Gus Sahal dalam video berjudul "Felix Siauw Merongrong Nasionalisme Indonesia" yang disiarkan melalui kanal YouTube Cokro TV.
Gus Sahal mengungkit cuitan Ustaz Felix Siauw yang berbunyi membela nasionalisme tidak ada dalilnya dan panduannya. Dia mengaitkan dengan Ustaz Khalid Basalamah yang belakangan berbicara soal menyanyikan lagu Indonesia raya.
Pengurus Cabang Istimewa NU tersebut tampak tak habis pikir ada ustaz yang mendapatkan rezeki dari Indonesia tetapi pandangannya malah merongrong falsafah dan pandangan hidup bangsa.
"Felix Siauw pernah menyatakan membela Indonesia gak perlu karena gak ada dalilnya, nasionalisme gak ada dalilnya. Sebelumnya ada ustaz bilang hormat kepada merah putih itu haram," singgung Gus Sahal.
"Ini kenapa ada sejumlah ustaz hidup di Indonesia, mendapatkan rezeki dari berdakwah di Indonesia, tapi pandangan merongrong kebangsaan Indonesia, merongrong falsafah dan pandangan hidup negeri ini," sambungnya.
Gus Sahal merasa tak tepat apabila menyanyikan lagu Indonesia Raya maupun hormat kepada Bendera Merah putih merupakan syirik..
Menurut dia, hal tersebut merupakan ekspresi rasa syukur karena sudah bebas dari penjajahan dan bisa bisa hidup di bernegara.
Baca Juga: Viral Wanita Curhat Tetangga Pasang Jemuran Seenaknya, Pas Ditegur Malah Ngegas
"(Argumen syirik) ini salah karena hormat bendera, menyanyikan lagu ekspresi rasa syukur itu karena bebas dari penjajahan, karena hidup di negara yang memungkinkan melakukan berlomba dalam kebaikan," ucapnya.
Gus Sahal mengatakan, kita harus besyukur punya negara, bangsa, dan tanah air. Dia mengajak untuk membandingkan dengan bangsa-bangsa lain.
Oleh sebab itu, Gus Sahal menyebut pandangan Ustaz Felix Siauw ngawur dan menunjukkan bahwa dirinya tak mendalami Islam.
"Itu ekspresi syukur. Felix Siauw bilang nasionalisme gak ada dalil. Ngawur, menunjukkan dia gak mendalami Islam," tegasnya.
Gus Sahal kemudian mengaitkan nasionalisme dan sikap Felix Siauw membela Palestina beberapa waktu lalu. Dia menyebut aksi tersebut absurd.
Pasalnya menurut Gus Sahal, aksi bela Palestina didasari oleh asas nasionalisme dan kebangsaan. Hal itu bertolak belakang dengan pernyataan Ustaz Felix Siauw.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'