Suara.com - Sekelompok polisi di Pakistan menahan 19 pegawai restoran karena menolak memberikan burger gratis pada mereka. Staf Johnny & Jugnu di Lahore ditangkap pada hari Sabtu dan ditahan semalam.
Menyadur BBC Selasa (15/06), pihak restoran mengatakan kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya. "Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi, di restoran kami," jelas pihak restoran.
Pejabat senior polisi provinsi Inam Ghani menulis di Twitter bahwa 9 anggota yang terlibat kini telah diskors.
"Tidak ada yang diizinkan untuk mengambil alih hukum ke tangannya sendiri. Ketidakadilan tidak akan ditoleransi. Mereka semua akan dihukum."
Dalam sebah postongan di Facebook, pihak restoran mengatakan dua hari sebelum penangkapan, polisi datang ke gerainya untuk meminta burger gratis.
Namun pihak restoran menolak memberikannya dan menjelaskan bahwa pemerasan seperti ini kerap terjadi. Mereka lalu mengancam manajer restoran dan pergi.
Keesokan harinya polisi tersebut datang lagi untuk mengacau. Mereka melecehkan pegawai restoran dan mengancam dengan argumen tak berdasar.
"Beberapa petugas polisi datang ke outlet kami dan menahan manajer kami, tanpa memberikan alasan apa pun. Kemudian mereka mengosongkan seluruh cabang kami, mengambil semua kru dapur kami, termasuk yang lainnya. para manajer".
Restoran itu juga mengatakan staf tidak diizinkan untuk menutup dapur, membiarkan penggorengan masih menyala dengan pelanggan menunggu pesanan mereka.
Baca Juga: Jadi Sorotan Warganet, Burger King Tak Mau Kalah, Keluarkan Menu BTS
Pegawai restoran ditahan selama tujuh jam dan mengatakan para petugas melecehkan mereka seperti mendorongnya. Semua itu dilakukan karena mereka tidak memberikan burger gratis pada polisi.
Hal seperti ini sempat menjadi bahasan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Sebelumnya, ia telah menyerukan reformasi kepolisian wilayah Punjab dan mengatakan politisi lokal menunjuk 'kroni' untuk menjalankan kantor polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
DPR Minta Kemendagri Turun Tangan Usai PPPK di Tidore Terancam Dirumahkan
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
DPR Minta Kasus Korupsi Batu Bara PLN Dibuka Tuntas, Bukan Berhenti di Penyitaan Aset
-
Polri Geledah 12 Lokasi Korupsi PLN-Asabri, DPR: Siapa pun Wajib Hormati Proses Hukum!
-
IISAR 2026 Resmi Dibuka, Basarnas Dorong Kolaborasi Global dan Teknologi SAR Hadapi Ancaman Bencana
-
Pengamat: Jika Polri Terus Bungkam, Publik Bisa Menganggap Kasus Jampidsus Sebagai Balas Dendam
-
Polri Belum Pastikan Foto Keluarga di Brankas Rp476 Miliar Milik Febrie Adriansyah
-
Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru
-
Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!
-
Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya