Suara.com - Beredar di media sosial, sebuah informasi yang mengklaim SK (Surat Keputusan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicabut dan segera diumumkan pemecatannya oleh Presiden Jokowi.
Klaim tersebut beredar setelah saluran YouTube bernama "gerbang politik" mengunggah sebuah video berdurasi 10 menit 3 detik tentang Jokowi mencabut SK Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Dalam video, terdapat thumbnail yang menyinggung detik-detik Jokowi mengumumkan pemecatan Anies Baswedan.
Berikut narasi yang ditulis akun tersebut:
"BERITA TERBARU - ISTANA BERGEMURUH !! DETIK-DETIK JOKOWI UMUMKAN PENCOPOTAN ANIES - VIRAL TERKINI".
Lalu benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- Jaringan Suara.com, klaim SK Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dicopot dan Jokowi segera umumkan pemecatannya tersebut keliru.
Faktanya, setelah video diputar, tidak terdapat penjelasan apapun soal pencabutan SK Gubernur Anies Baswedan maupun proses pencabutan SK sebagaimana tertera dalam thumbnail video.
Baca Juga: Berita Viral Mobil Parkir Sembarangan di Gang Sempit, Kena Semprot Pemotor
Video tersebut hanya memaparkan informasi terkait kekecewaan berbagai pihak atas kinerja Anies Baswedan dalam menangani kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang terus meningkat.
Sebelumnya, pada awal 2021 beredar informasi serupa yakni soal Anies Baswedan dicopot dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Namun informasi tersebut hoaks.
Sebab tidak ada informasi valid dari media arus utama yang mengabarkan tentang pemecatan Anies Baswedan.
Menyadur Medcom.id, informasi hoaks tersebut dipicu oleh penyataan Ketua DPC Partai Gerindra Ali Lubis yang meminta Anies Baswedan mundur karena tak mampu menangani kasus Covid-19 dengan baik.
Argumen Ali Lubis tersebut dianggap membentuk opini publik sehingga ia diperingatkan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Menurut dia, pernyataan atas pendapat pribadi terkait hal itu juga harus dikoordinasikan dengan partai agar tidak membentuk opini publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam