Suara.com - Lembaga survei Median menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepercayaan terhadap vaksin Covid-19 antara pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hasilnya, lebih banyak pendukung Jokowi-Ma'ruf yang lebih mempercayai keamanan dari vaksin Covid-19 yang dipilih pemerintah.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menerangkan kalau fenomena di atas sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kesehatan atau alasan ilmiah apapun tentang Covid-19. Namun, Median melihat ada situasi pembelahan pilihan politik yang berkelanjutan dan secara tidak langsung mempengaruhi terhadap penggunaan vaksin.
"Jadi misal kita dihadapi dengan problem kesehatan, problem ekonomi ada juga problem disinformasi, problem pembelahan politik dan itu terjadi dan dihadapi oleh kita semua dalam menangani Covid-19," kata Rico saat memaparkan melalui virtual, Rabu (7/7/2021).
Berdasarkan hasil surveinya, sebanyak 62,2 persen responden pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019 percaya terhadap vaksin Covid-19. Kemudian sebanyak 8 persen memilih tidak percaya dan 29,8 persen ragu-ragu.
Tetapi untuk pemilih Prabowo-Sandiaga hanya ada sekitar 35,7 persen yang mempercayainya, 16,3 persen responden memilih tidak percaya, dan 48 persen memilih ragu-ragu. Kemudian responden juga diberikan pertanyaan "Apakah anda ingin divaksin Covid-19?".
Hasilnya pun sama yakni sebanyak 67 persen responden pemilih Jokowi-Ma'ruf ingin mendapatkan vaksin, 17 persen tidak mau, dan 15,8 persen tidak tahu. Sementara sebanyak 48 persen pemilih Prabowo-Sandiaga memilih divaksin, 32 persen tidak ingin dan 20 tidak tahu.
Menurut Rico, temuan itu bisa menjadi pekerjaan rumah bagi partai politik untuk meyakini mereka untuk mau diberikan vaksin Covid-19 demi terciptanya herd immunity.
"Jadi ini ada satu problem yang mungkin nanti perlu dibantu rekan yang ada di DPR, rekan partai politik. Jadi sebelum problem kesehatan, ekonomi, ada problem persepsi terhadap pembelahan politik."
Survei tersebut dilakukan menggunakan rancangan non probability sampling pada 21 Juni hingga 26 Juni 2021. Survei dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner berbasis Google Form melalui Facebook dengan target pengguna aktif berusia 17 hingga 60 tahun ke atas.
Baca Juga: 5,6 Persen Publik Sebut Covid Biasa-biasa Saja, Lembaga Survei Median: Angka Membahayakan!
Berita Terkait
-
Survei Median: 50 Persen Warga Usia 60 Tahun ke Atas Kurang Percaya Vaksin Covid-19
-
5,6 Persen Publik Sebut Covid Biasa-biasa Saja, Lembaga Survei Median: Angka Membahayakan!
-
Putus Penularan Virus Corona, Program Vaksinasi Covid-19 di Pati Dikebut
-
Nakes sampai Trauma, Pria yang Ngamuk karena Tak Kebagian Vaksin Ternyata Tukang Onar
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard