Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan vaksinasi Covid-19 program pemerintah tetap gratis meski Kimia Farma mulai jualan vaksin Covid-19.
Riza menyebut Vaksin Sinopharm yang dijual Kimia Farma itu adalah kebijakan pemerintah pusat. Warga Jakarta tetap bisa mendapatkan gratis Vaksin Sinovac dan Vaksin AstraZeneca lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
"Ya itu nanti jadi kebijakan pemerintah pusat, sejauh ini masyarakat bisa mendapatkan vaksin secara gratis tidak perlu bayar, datangi, ajukan melalui aplikasi Jaki, gratis tidak perlu bayar," kata Riza di Jakarta Islamic Centre (JIC), Minggu (11/7/2021).
Lewat JAKI ini, warga yang tinggal di Ibu Kota bisa melakukan pendaftaran vaksinasi.
Berikut cara daftar vaksinasi di JAKI :
- Unduh aplikasi JAKI di Google Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi JAKI.
- Pilih buat akun jika baru menggunakan JAKI, atau login jika sudah memiliki akun.
- Pada fitur Jakarta Tanggap COVID-19, pilih Vaksinasi.
- Masukkan nomor NIK dan nama lengkap untuk pengecekan jadwal vaksinasi. Pastikan nama dan nomor NIK sudah benar. Setelah itu pilih Periksa.
- Jika muncul status "Belum Terdaftar", segera pilih Daftar Vaksinasi Covid-19. Jika mendapat notifikasi "Belum Bisa Mendaftar", itu artinya pendaftar belum sesuai dengan usia yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi. Jika berhasil, muncul laman formulir pendaftaran vaksinasi COVID-19 yang harus dilengkapi.
- Lengkapi formulir pendaftaran vaksinasi dengan mengisi informasi data diri seperti nama lengkap dan alamat sesuai KTP, status pekerjaan, dan lainnya. Pada pilihan status pekerjaan, kamu bisa lengkapi jenis pekerjaan serta wilayah bekerja.
- Pada tahap selanjutnya, pendaftar harus memilih lokasi vaksinasi serta jadwal vaksinasi sesuai dengan fasilitas kesehatan yang masih menerima kuota vaksinasi.
- Jika kuota vaksinasi di lokasi yang dipilih sudah penuh, pendaftar bisa mengganti lokasi vaksinasi sesuai dengan fasilitas kesehatan yang masih membuka kuota vaksinasi.
- Selanjutnya, tinjau kembali data yang telah dimasukkan dan centang kotak checklist pernyataan setuju, lalu pilih kirim.
- Setelah selesai dan formulir terkirim, pendaftar hanya perlu menunggu dan terus cek jadwal vaksinasi berkala melalui aplikasi JAKI. Jika sudah terjadwal, pendaftar akan mendapatkan status "Siap Vaksinasi" dan informasi berupa tanggal serta lokasi vaksinasi.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno Putro, mengatakan pelayanan Program Vaksinasi Gotong Royong Individu sudah bisa diakses di 8 jaringan Klinik Kimia Farma.
Harga vaksin Covid-19 yang dijual Kimia Farma ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis, mulai 12 Juli 2021.
Aturan vaksinasi gotong royong individu ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 di Stasiun MRT ASEAN dan Blok A Diperpanjang Sampai September
Adapun delapan klinik Kimia Farma yang akan menjual vaksin di tahap awal adalah:
- Jakarta KF Senen, kapasitas 200 orang per hari
- Jakarta KF Pulogadung, kapasitas 200 orang per hari
- Jakarta KF Blok M, kapasitas 100-200 orang per hari
- Bandung KF Supratman (Drive Thru), kapasitas 200 orang per hari
- Semarang KF Citarum, kapasitas 100 orang per hari
- Solo KF Sukoharjo, kapasitas 500 orang per hari
- Surabaya KF Sedati, kapasitas 200 orang per hari
- Bali KF Batubulan, kapasitas 100 orang per hari
Kimia Farma sendiri menganjurkan agar konsumen mendaftar lewat aplikasi Kimia Farma Mobile untuk menghindari antrean.
Berita Terkait
-
Menkes Budi Gunadi Klaim Vaksinasi Covid-19 di Jakarta dan Bali Setara Negara Maju
-
Belum Semua Orangtua Setuju Anaknya Disuntik Vaksin COVID-19
-
Vaksinasi Covid-19 di Stasiun MRT ASEAN dan Blok A Diperpanjang Sampai September
-
Survei P2G: 63,3 Persen Ortu Setuju Anak Divaksin Covid-19, Tapi Masih Kurang Sosialisasi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Sentil Pemprov DKI Soal Tawuran, Komisi E DPRD Usul Sanksi Pidana bagi Orang Tua Pelaku
-
Pecah Kongsi! Rustam Effendi Kecewa Eggi Sudjana Sebut Jokowi Orang Baik Usai Kasus Dihentikan
-
DPRD DKI Dukung Rute Baru Transjabodetabek untuk Kurangi Macet Jakarta
-
Rustam Effendi Sebut Eggi Sudjana Musuh dalam Selimut, di TPUA Dia Duri dalam Daging!
-
Kepala Daerah yang Di-endorse Jokowi Ditangkap KPK, Bukti Pengaruh Politik Memudar Pasca Lengser?
-
BGN Tegaskan Program MBG Tak Ganggu Pendidikan, Anggaran dan Program Justru Terus Meningkat
-
Misi Berbahaya di Pongkor: Basarnas Terjang 'Lubang Maut' Demi Evakuasi 3 Penambang
-
Jaksa Agung Tindak Tegas 165 Pegawai Nakal Sepanjang 2025: 72 Orang Dijatuhi Hukuman Berat
-
DPR Mulai Belanja Masukan RUU Pemilu, Pastikan Soal Isu Pilpres Via MPR Tak Bakal Dibahas
-
BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor