Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pesan terkait vaksinasi Covid-19 kepada para ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Anies meminta para ibu penggerak di tiap lingkungan ini ikut mendorong kegiatan vaksinasi.
Ibu PKK memang selama ini memiliki banyak rutinitas mulai dari majelis taklim hingga arisan. Namun semua kegiatan itu harus berhenti karena pandemi Covid-19.
Karena itu, dengan mempercepat vaksinasi, maka kekebalan komunal atau herd immunity akan terbentuk dan penularan Covid-19 aman melandai. Dengan demikian, maka ibu PKK bisa kembali melakukan aktivitias lamanya.
"Ibu-ibu pengin enggak majelis taklim aktif lagi? Pengin tidak perkumpulan arisannya aktif lagi? Kalau iya maka yuk kita vaksin ramai-ramai, yuk kita ikuti vaksin ini berbondong-bondong," ujar Anies melalui akun youtube resmi Pemprov DKI, Senin (19/7/2021).
Anies juga menjelaskan kepada Ibu-ibu PKK itu mengenai cara kerja vaksin. Dengan disuntik vaksin, maka tubuh akan terbiasa dengan Covid-19 dan akan mempermuat daya tahan begitu akan terpapar.
Herd immunity, kata Anies, sudah terbentuk di berbagai negara maju. Hasilnya, mereka sudah bisa melakukan aktivitias normal hingga berkerumun dalam jumlah besar.
"Ibu-ibu lihat semua di TV di berbagai negara banyak yang sudah bisa nonton bola, tenis, balap mobil, sudah kumpul lagi," katanya.
Ia pun menganggap Ibu-ibu PKK bisa mendorong dan mengajak para warga untuk melakukan vaksinasi. Targetnya, di tiap Kelurahan ada 1.000 orang yang disuntik.
"Jadi kami lewat forum ini mohon dukungan bantuan dari ibu-ibu untuk menggerakan semua agar bisa vaksin," pungkasnya.
Baca Juga: Kejar Herd Immunity, Anies Targetkan 1.000 Orang Divaksin di Tiap Kelurahan Setiap Hari
Berita Terkait
-
Targetkan Tiap Hari 1.000 Orang Divaksin per Kelurahan, Anies Kerahkan Dasawisma
-
Vaksinasi Berbayar Dibatalkan Jokowi, Kemenkes Akan Revisi Permenkes 19 Tahun 2021
-
Kejar Herd Immunity, Anies Targetkan 1.000 Orang Divaksin di Tiap Kelurahan Setiap Hari
-
Anies Targetkan 1.000 Orang Divaksin Tiap Kelurahan Per Hari
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek