Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menelusuri orang-orang di balik PT Harsen Laboratories, perusahaan farmasi yang bakal memproduksi obat Ivermectin. Dari hasil penelitiannya, ICW menemukan keterkaitan antara orang-orang di belakang PT Harsen Lab dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan partai politik PDI Perjuangan.
Menanggapi hal itu Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan, menyatakan orang-orang yang disebut dalam dugaan bisnis Ivermectin dianggap tak punya empati dan nurani.
"Matinya empati dan hati nurani," kata Ossy saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (23/7/2021).
Ossy kemudian yakin kalau masalah dibalik Ivermectin ini bisa terbongkar dengan kekuatan warganet atau netizen. Pasalnya, dua kasus sebelumnya yakni isu vaksin berbayar hingga rangkap jabatan Rektor UI berhasil disuarakan.
"Kalau masalah vaksin berbayar dan Rektor UI berhasil ditekan oleh kekuatan netizen, mudah-mudahan masalah ini juga segera terungkap," tuturnya.
Menurutnya, situasi pandemi ini membuat masyarakat kesulitan. Dengan adanya dugaan oknum pejabat dibalik pengadaan Ivermectin maka membuat masyarakat prihatin.
"Kita berharap permasalahan ini dapat diungkap secara gamblang sehingga menjawab keprihatinan publik di tengah masa pandemi ini," tandasnya.
Bisnis Ivermectin
Sebelumnya Peneliti ICW Egi Primayogha menjelaskan bahwa penelitian dilakukannya pada Juni hingga Juli 2021. Dalam paparannya, Egi turut serta memperlihatkan peta keterkaitan PT Harsen Lab dengan sejumlah pihak. Pertama Egi menyebut satu per satu nama yang tercantum dalam akte perusahaan PT Harsen Lab yang sudah berdiri sejak 1971.
Baca Juga: ICW Bikin Moeldoko Marah, Moeldoko : Ini Menodai Kehormatan Saya
Nama-nama yang dimaksud ialah Haryani, Herman Sunaryo, Haryoseno, Runi Adianti, Iskandar Purnomohadi dan Sofia Koswara.
Haryoseno dan Runi Adianti ialah pasangan suami istri selaku pemilik PT Harsen Lab. Nama keduanya tercatat dalam dokumen Panama Papers dan mereka terafiliasi dengan perusahaan cangkang bernama Unix Capital Ltd yang berbasis di British Virgin Island.
Keduanya diketahui memiliki perusahaan PT Sentra Sukses Kencana. Beberapa nama dari pengurus perusahaan tersebut juga tercatat sebagai pengurus atau pemilik saham di PT Hansen Lab.
Kemudian, Egi menyinggung satu nama lainnya yakni Sofia Koswara. Meskipun di dalam akte perusahaan tidak tercantum nama Sofia, tetapi ICW menemukan dari berbagai sumber kalau yang bersangkutan adalah wakil presiden PT Harsen Lab.
Menurut hasil penelitian ICW, Sofia merupakan Chairwoman Front Line Covid-19 Critical Care (FLCCC) di Indonesia. Salah satu anggota dari FLCCC di Indonesia ialah Budhi Antariksa.
Budi ialah bagian dari Tim Dokter Presiden dan juga ketua tim uji klinis Ivermectin di Indonesia. Selain dengan Budi, Sofia juga memiliki keterkaitan dengan perusahaan PT Noorpay Nusantara Perkasa di mana dirinya pun menaruh saham di sana sejak 2019.
Putri dari Kepala KSP Moeldoko, Joanina Rachman juga diketahui memegang saham di PT Noorpay Nusantara Perkasa.
PT Noorpay Nusantara itu menjalin hubungan kerjasama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam hal ekspor beras. Pada saat itu, Kepala KSP Moeldoko diketahui menjabat sebagai ketua umum HKTI.
ICW juga menemukan adanya anggota direksi lain di PT Harsen Lab yakni Riyo Kristian Utomo yang menjabat sebagai Direktur Pemasaran. Riyo diketahui merupakan anggota PDI Perjuangan dan menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Budaya di DPC PDIP Tangerang Selatan.
Berita Terkait
-
Disebut Terlibat Bisnis Ivermectin, Moeldoko Murka: Nodai Kehormatan Saya!
-
Namanya Dikaitan ICW dalam Jejaring Bisnis Ivermectin, Moeldoko: Ngawur dan Menyesatkan!
-
ICW Bikin Moeldoko Marah, Moeldoko : Ini Menodai Kehormatan Saya
-
Moeldoko Geram Sebut Tuduhan ICW Ngawur dan Menyesatkan, Ingin Ambil Langkah Hukum
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI
-
1 WNI Hilang saat Kapal MV Tihamah Diserang di Laut Merah, Ini Kata-kata Kemlu RI
-
Link Twibbon Hari Pramuka Terbaru Lengkap Berbagai Tema, Tanpa Perlu Download
-
Ledakan Hebat SPPG Puri Medali Mojokerto, 5 Orang Alami Luka Bakar Serius
-
Viral Boleh, Hoaks Jangan: Pakar Hukum hingga PWI Jateng Ungkap Efek Hukum Konten Misleading
-
Jokowi Hadiri Sidang Tahunan di DPR, Datang Sendiri Pakai Mobil BMW Listrik
-
Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya
-
Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak
-
Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini