Suara.com - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Satari mengungkapkan, beberapa tenaga kesehatan (nakes) mengalami KIPI setelah disuntik Vaksin Moderna.
Dia membeberkan, sebagian nakes mengalami demam, nyeri lokal, sakit kepala, nyeri otot, mual, bengkak, menggigil, sesak, pusing, ngantuk, lemas, kemerahaan di tempat suntikan, ruam, batuk, diare, pegal, gatal, kejang, jantung berdebar, pendarahan di tempat suntikan, hingga nyeri ulu hati.
Namun kejadiannya lebih sedikit daripada nakes yang tetap sehat dan tidak mengalami KIPI usai disuntik Vaksin Moderna.
"Proporsinya kecil sekali, jadi katakanlah demam itu dari laporan yang masuk 250 per 1250 (20 persen), yang nyeri lokal 200 banding 1250, sakit kepala 179 banding 1250, nyeri sendi 160 banding 1250, terus yang lain 75 banding 1250," katanya saat dihubungi Suara.com pada Rabu (25/8/2021).
"Jadi sebenarnya lebih banyak yang tidak mengeluh, proporsinya sangat rendah, lebih banyak lagi tidak demam, tidak lemas, dan masih bisa kerja," katanya.
Dia juga menegaskan, kejadian-kejadian tersebut masih tergolong ringan dan aman untuk terus dilakukan vaksinasi dengan Vaksin Moderna.
"Itu kan reaksi radang, reaksi tubuh karena ada benda asing dimasukan terus membentuk antibodi, memang gejalanya seperti itu muncul di beberapa orang, karena sensitivitas setiap orang juga berbeda beda,, paling satu-dua hari hilang," tuturnya.
Pun dia juga menyebut, jika mengalami KIPI, seseorang cukup beristirahat untuk memberikan waktu kepada tubuh untuk beradaptasi dengan vaksin, atau bisa menggunakan obat jika gejalanya muncul.
"Obat itu untuk mengurangi gejala, diberikan bila ketika ada gejalanya, namun tidak dianjurkan minum obat untuk pencegahan, jadi kalau ada gejala baru dikasih obat, jadi tidak minum obat sebelum disuntik, tidak perlu," jelas Prof Hindra.
Baca Juga: Vaksinasi Massal di Islamic Centre Batal, BPIC: Bukan Moderna Tapi Astrazeneca, Itu Haram!
Diketahui, penyuntikkan Vaksin Moderna sebagai booster untuk tenaga kesehatan sudah dimulai beberapa pekan terakhir, dan kini mulai akan disuntikkan kepada masyarakat umum yang belum pernah divaksin dan khususnya bagi penderita penyakit autoimun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
Dua Bulan Pascabanjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Pulih Bertahap
-
Banjir Rendam Tol Sedyatmo, Polisi Alihkan Arus Lalin Menuju Bandara Soekarno-Hatta
-
Titik Jatuh Pesawat ATR di Maros Ditemukan, TNI AU Kerahkan Pasukan Elite untuk Evakuasi
-
Intip Gaji Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Jabatan Baru Noe Letto dan Frank Hutapea
-
Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor
-
6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
BMKG Waspada Cuaca Ekstrem: Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang Hampir di Semua Provinsi
-
Prediksi Cuaca Hari Ini, Minggu 18 Januari: Jabodetabek Waspada Hujan Deras
-
SIPSS Polri 2026: Jadwal, Syarat, Link Pendaftaran dan Daftar Jurusan
-
Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor