"Susah sekali bagi warga untuk menembus layanan hotline milik pemerintah untuk mendapatkan tempat di rumah sakit," kataLaungprasert kepada ABC.
"Saya mengerti ada banyak yang memerlukannya, tapi pemerintah harusnya menerapkan langkah lainuntukmemungkinkan warga mendapatkan akses pelayanan yang lebih baik dari sekarang."
"Sekarang ini akan banyak orang yang meninggal di rumah."
Salah satu masalah yang dihadapi Thailand dalammenguasai pandemi adalah program vaksinasi yang lambat dan tidak terorganisasidengan baik.
Sejauh ini baru sekitar 10 persen dari populasi total Thailand sebesar 70 juta orang yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh.
Video perjuangan pasien COVID yang dirawat di rumah
Sebagai bagian dari kerja mereka, para relawan mengunggahvideo kunjungan mereka ke rumah-rumah di Facebook untuk meningkatkan kesadaran akan seriusnya pandemi COVID-19 sekaligusmenginformasikan secara visualkegiatan mereka kepada masyarakat.
Beberapa klip video mereka memperlihatkansuasana menyedihkan di saat para relawan membantu para pasien,termasuk seorang ibu dan tiga anak-anaknya yang masih kecil yang semuanya positif.
Tidak seorang pun dari relawan ini dibayar, tapi mereka memiliki waktu dan tenaga karena mereka tidak lagi punya pekerjaan akibat situasi ekonomi di masapandemi.
"Semua relawansaya ketakutan, tapisaya bertanyakepada mereka apakah mereka siap menghadapi risiko terkena virus, dan semua mengatakan siap."
Kelompok relawan sudah menjadibagian penting dalam membantu Thailand selama pandemi, dengan banyak organisasi mengirimkan tabung oksigen, membawa pasien ke rumah sakit dan membangun pusat isolasi mandiri.
Yang lain membantu dengan paket bantuan makanan, memberi makanan untuk binatang peliharaan milik pasien yang dirawat di rumah sakit dan juga memberikan makanan siap saji.
Bantuan makanan sangat penting khususnya untuk mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah di kawasan miskin, karena biasanya mereka harus pergi ke pasar setiap hari dan tidak pernah mengandalkan pembelian online dari supermarket besar.
Panchana Vatanasathien, yang menjalankan layanan'Food for Fighters' (FFF) mengatakan dia mendirikan layanan untuk mengirimkan bantuan 'ke sebanyak mungkin orang atau pasien yang isoman di rumah."
Berita Terkait
-
Gelombang Kedua Covid-19 di RI Sudah Lewat, Sri Mulyani Tenang
-
WHO: Asia-Pasifik Hadapi Fase Kritis Pandemi COVID-19
-
BPK Sulsel : Bantuan Sosial Pandemi Covid-19 Kota Makassar Bermasalah
-
Bulan Madu hingga Kunjungi Anak, 7 Artis Pergi ke Luar Negeri saat Pandemi Covid-19
-
Segera Daftar dan Ramaikan! FGD Menghidupkan Kembali Festival Film saat Pandemi Covid-19
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan