Suara.com - Kelakuan cowok yang minta dibelikan barang mewah ke pacarnya ramai menjadi sorotan. Ia langsung mengirim pesan minta dibelikan smartwatch begitu kekasihnya gajian.
Aksi cowok itu menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Twitter @AREAJULID. Hingga berita ini dipublikasikan, postingan itu sedikitnya telah di-retweet 2.000 kali dan mendapatkan 7.000 tanda suka.
"Kok ada ya cowok yang gak malu minta-minta dibeliin barang sama pacarnya? Kalau mau gaya modal dikit dong," tulis @AREAJULID sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Kamis (23/9/2021).
Akun ini membagikan tangkapan layar percakapan sang cowok dengan kekasihnya. Terlihat, sang cowok meminta dibelikan smartwatch seharga Rp 3,6 juta.
Cowok itu terlihat merayu pacarnya agar dibelikan smartwatch. Ia bahkan sudah menjadwalkan agar kekasihnya membelikan barang yang diinginkan begitu gajian.
"Sayang, sabtu besok kamu gajian kan? Mau ini yah please," mohon sang cowok.
Namun, kekasihnya itu tidak menyanggupi untuk membelikan smartwatch saat gajian. Ia kemudian menawarkan untuk membelikan smartwatch di bulan depan.
Ternyata, sang kekasih harus membayar uang kuliah sang adik. Karena itu, ia tidak bisa membelikan smartwatch untuk pacarnya dalam waktu dekat.
"Bulan depan ya mas? Buat bayar semesteran adik dulu ya?" jawab sang cewek.
Baca Juga: Korbankan Beli Yamaha Aerox, Pria Ini Malah Ditikung Pemotor yang Naik Honda BeAT
Membaca pesan itu, sang cowok membalas dengan sedikit kecewa. Walau begitu, ia tetap menagih janji kekasihnya agar benar-benar mau membelikan smartwatch untuknya.
"Yahhh ya udah deh. Janji ya bulan depan?" tulis sang cowok.
Sang cewek pun berjanji akan membelikan smartwatch. Namun, ia tetap bertanya ke mana smartwatch kekasihnya. Pasalnya, sang kekasih ternyata baru membeli smartwatch baru di bulan Juli lalu.
"Iya, toh yang beli pas Juli kemarin masih bagus kan?" tanya cewek tersebut.
Mendapat pertanyaan itu, sang cowok langsung berkelit. Ia beralasan meminta smartwacth baru karena belum bisa memiliki seri tersebut.
"Ya kan mas belum punya yang series ini sayang," balas sang kekasih.
Berita Terkait
-
Korbankan Beli Yamaha Aerox, Pria Ini Malah Ditikung Pemotor yang Naik Honda BeAT
-
Viral Tantangan Benadryl di TikTok, Ahli Ungkap Bahayanya
-
Viral Bapak-bapak Mancing Mania Dapat Motor Baru, Aksi Nyemplung Tuai Perdebatan
-
Usai Diinapi Tamu Sebulan, Kolam Renang Berubah Jadi Kolam Lele?
-
Viral Oknum Ojol Halangi Laju Ambulans di Jalan, Sempat Ngamuk dan Ucapkan Kata Tak Pantas
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu