Suara.com - Akun Facebook dengan nama pengguna “JD Meaney” (https://www.facebook.com/jd.meaney) mengunggah sebuah narasi yang menyatakan bahwa seorang pilot pesawat milik maskapai penerbangan Delta meninggal dunia setelah menerima dosis kedua vaksin.
Berikut narasi yang beredar:
(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)
“Pilot pesawat Delta meninggal ketika pesawat sedang terbang, setelah menerima dosis kedua vaksin sebelumnya. Dilakukan pendaratan darurat.”
Lalu benarkah klaim tersebut?
Berdasarkan hasil penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Media Suara.com, tidak ada bukti bahwa hal tersebut telah terjadi.
Melansir dari USA Today, Morgan Durrant, Juru Bicara Maskapai Delta menegaskan bahwa kabar tersebut adalah tidak benar.
Lebih lanjut, Maria Njoku, Juru Bicara Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat juga menyatakan bahwa tidak ada laporan seorang pilot meninggal setelah menerima dosis kedua vaksin dan perlu melakukan pendaratan darurat.
Kesimpulan
Baca Juga: Vaksin Booster Johnson & Johnson Tuai Kontroversi, Para Ahli Kritik Persetujuan FDA
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “JD Meaney” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Berita Terkait
-
Vaksin Booster Johnson & Johnson Tuai Kontroversi, Para Ahli Kritik Persetujuan FDA
-
Komite Penasihat BPOM AS Menyetujui Booster Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson
-
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Bali M 4,8 Ada di Karangasem Dan Bangli
-
Info Vaksin Surabaya Hari Ini 16 Oktober 2021, Ada Vaksinasi Massal di Gelora Pancasila
-
Arti Mimpi Istri Meninggal Dunia, Sudah Waktunya Evaluasi Kehidupan Pernikahan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret