Suara.com - Kematian staf Badan SAR Nasional di Kemayoran seharusnya menjadi pukulan bagi pemerintah setempat dalam hal kewajiban memberikan keamanan bagi tiap-tiap warga negara, kata anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth.
Seorang staf Basarnas meninggal dunia setelah dianiaya dengan menggunakan senjata tajam oleh komplotan penjahat pada Jumat (22/10/2021), dini hari.
Salah satu legislator Kebon Sirih mengkritik gubernur Jakarta, "Kerja yang tidak sekadar mengumbar narasi."
"Meninggalnya MN karyawati Basarnas dalam kondisi tragis adalah pukulan. Sudah sewajarnya Pemprov DKI bisa melindungi hak hidup dan keselamatan warga dan masyarakat yang bekerja di Jakarta," Hardiyanto Kenneth menambahkan.
Dia mengkritik pemerintah daerah dan Gubernur Anies Baswedan dengan menyebut, "Sepertinya Anies Baswedan dan pemprov terkesan cuek dalam menyikapi peristiwa ini.”
Pemerintah Jakarta dikatakan seharusnya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan Basarnas atas kejadian tersebut.
”Jika belum bersedia menyampaikan permohonan maaf, biar saya saja yang mewakili Gubernur Anies Baswedan dan Pemprov DKI untuk menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga MN, termasuk kepada keluarga besar Basarnas,” kata Hardiyanto Kenneth.
Memberikan jaminan keamanan wilayah Jakarta bukan hanya tugas polisi, melainkan juga tanggung jawab pemerintah daerah, kata Hardiyanto Kenneth.
"Tingkat kerawanan, munculnya celah dan tindak kriminalitas harus terus ditekan. Caranya ya dengan kerja. Kerja yang tidak sekadar mengumbar narasi. Kerja cerdas kerja tuntas itu harus diwujudkan bukan teori tanpa tindakan,” kata Hardiyanto Kenneth.
Baca Juga: Staf Basarnas Roboh di Tangan Penjahat: Apa yang Terjadi di TKP Dini Hari Itu?
Dia berharap kejadian yang telah menimpa staf Basarnas tidak terulang di masa mendatang.
”Apalagi korbannya pegawai Basarnas yang mayoritas selalu sigap, on time dan tak kenal waktu dalam bekerja dalam penanganan bencana yang bersifat lokal atau nasional. Kita harus berupaya agar peristiwa ini tidak terulang kembali,” katanya. [Rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
Fasilitas Dapur Umum di Lokasi Terdampak Banjir di Tapteng Dinilai Masih Minim
-
Mesin Catur Ibu Kota Kian Panas! DKI Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas 2025
-
Jaring Atlet untuk Kejurnas, Percasi Jakarta Gelar Kejurda Diikuti 288 Pecatur
-
Amnesti untuk Hasto, Kenneth PDIP Puji Prabowo: Layak Disebut Negarawan
-
Resmi! Percasi Jakarta Punya Ketum Baru, Bidik Catur Tampil di PON 2028
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK
-
Bertemu Dubes Filipina, Yusril Jajaki Transfer Narapidana dan Bahas Status WNI Tanpa Dokumen
-
Dianggap Menista Salat, Habib Rizieq Minta Netflix Hapus Konten Mens Rea
-
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
-
Mengapa KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka Korupsi?