Suara.com - Kementerian Agama meminta masyarakat lanjut usia atau usia di atas 60 tahun cukup beribadah di rumah saja saat peringatan hari besar keagamaan. Ini dikarenakan pandemi Covid-19 belum selesai.
Sesditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) M Fuad Nasar menjelaskan, aturan ini juga tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan pada Masa Pandemi Covid-19.
"Di dalam aturannya yang lansia tidak disarankan ya untuk mengikuti kegiatan keagamaan, terutama yang berusia di atas 60 tahun disarankan beribadah di rumah," kata Fuad dalam diskusi FMB9-KPCPEN, Rabu (27/10/2021).
Dia meminta seluruh tokoh agama untuk mensosialisasikan kebijakan ini agar seluruh masyarakat bisa menaatinya demi mencegah terjadinya lonjakan pandemi gelombang ketiga akibat perayaan hari besar keagamaan.
"Para pemuka agama, tokoh-tokoh agama di semua agama di semua lini tentu ini juga memiliki kontribusi penting sekali bagi terwujudnya kehidupan masyarakat kehidupan keagamaan, yang mematuhi prokes sesuai dengan tingkat sesuai dengan kondisi wilayahnya masing-masing," jelasnya.
Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.241.090 orang Indonesia, masih terdapat 12.989 kasus aktif, 4.084.831 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.270 jiwa meninggal dunia.
Indonesia juga telah menyuntikkan 115,502,524 dosis (55.46 persen) vaksin pertama dan 70,113,618 dosis (33.67 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.
Baca Juga: Indonesia Siapkan Masa Transisi dari Pandemi Menuju Endemi
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan ASIsrael ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan ASIsrael ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel
-
Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas