Suara.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengulang pesan Presiden Joko Widodo yang meminta berhati-hati dengan pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikannya pasca melihat banyak negara di Eropa yang kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19.
Pesan Jokowi itu disampaikannya melalui rapat terbatas yang digelar pada Senin (8/11/2021) sidang tadi. Adapun kenaikan kasus Covid-19 kembali terjadi di negara-negara Eropa lantaran masyarakatnya yang sudah mulai mengabaikan protokol kesehatan.
"Dalam Ratas yang dipimpin Presiden siang ini, beliau menyampaikan bahwa kita harus betul berhati-hati dan belajar dari pengalaman negara-negara di Eropa yang mengalami lonjakan kasus harian cukup besar akibat lalainya masyarakat menerapkan protokol kesehatan," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Di Indonesia sendiri, situasi pandemi Covid-19 dikatakan Luhut terus terjaga pada kondisi yang rendah karena diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM. PPKM tersebut terus dijalankan dan dievaluasi pemerintah setiap minggunya.
Untuk di wilayah Jawa-Bali sendiri, Luhut mengungkap kasus konfirmasi Covid-19 terus mengalami penurunan dari puncaknya hingga mencapai 99 persen dari puncak kasus pada 15 Juli lalu.
Lebih lanjut, Rt atau effective reproduction number di Jawa-Bali juga masih berada di bawah angka 1. Rt ialah angka penambahan kasus yang terjadi di lapangan usai mendapatkan berbagai intervensi.
"Mengidentifikasi kan terkendalinya Pandemi Covid-19," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam