"Saya ingat seorang teknisi IT di sini harus mengganti hard drive di komputer saya dan ketika ia membuka bagian belakang komputer, ia menemukan 7-8 ekor bayi kepiting," katanya.
"Kadang ketika mandi, ada bayi kepiting naik dari saluran air dan mulai merayap di dinding kamar mandi."
"Dan juga di dapur, kadang di mangkuk salad yang mungkin jarang dipakai, tiba-tiba ada belasan bayi kepiting di dalamnya.'
Wakil Kepala Sekolah Amy Luetich dari Christmas Island District High School mengatakan bayi-bayi kepiting juga akan melewati halaman sekolah.
"Anak-anak kelas 2 kemarin harus terlebih dahulu mengusir bayi-bayi kepiting ini, supaya mereka bisa berolahraga," katanya.
"Kadang-kadang mereka juga masuk ke kelas, jadi kita harus menggiring mereka masuk ke tong sampah, kemudian dilepaskan di luar kelas."
"Bayi kepiting ini akan berkeliaran di halaman dan murid-murid sekolah akan berjalan berhati-hati untuk tidak menginjak mereka."
Siswa belajar lingkungan
Memperhatikan kehidupan kepiting merah sudah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari bagi warga di Christmas Island.
Mulai tahun depan para murid sekolah akan melakukan program baru, yang mengajarkan mereka soal konservasi, pariwisata, lingkungan berkelanjutan dan juga rehabilitasi.
Baca Juga: Ribuan Kepiting Bikin Jalan Terpaksa Ditutup, Mobil dan Motor Dilarang Melintas
Amy mengatakan program bernama 'Christmas Island Crab Cadets' dan 'Junior Ranger' akan difokuskan pada pembelajaran langsung di lapangan.
"Ini akan mencakup program lebih luas, lebih dari sekadar kepiting," katanya.
"Kami berharap akan bisa membawa siswa masuk ke hutan, mengumpulkan biji, yang bisa dijadikan bibit untuk menyuburkan lahan yang sudah digunakan sebelumnya untuk pertambangan.
Program ini adalah inisiatif dan kerja sama tiga pihak, yaitu Yayasan Taman Nasional, Taman Nasional Christmas Island dan Christmas Island District High School dan rencananya akan diperkenalkan juga di sekolah lanjutan atas.
"Kami akan membangun kemampuan anak-anak sehingga mereka bisa tetap memilih tinggal di pulau ini dan mendapatkan pekerjaan di sini setelah tamat sekolah."
Artikel ini dirangkum dan diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional