Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dihadapkan pada tudingan yang menyebut dirinya melakukan pencitraan saat menyambangi rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan jalan kaki.
Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Sandiaga Uno menanggapi tudingan yang datang dari Kamrussamad, yang tak lain adalah rekannya di Partai Gerindra.
"Tentunya fokus saya adalah kebangkitan pulihnya ekonomi kreatif," jawab Sandiaga saat ditanyai responsnya atas tudingan Kamrussamad.
Sandi lantas mengatakan mengapresiasi pendapat pengamat terkait polemik yang menyeret dirinya. Dia lalu mengajak semua pihak bekerja sama.
"Tentunya pendapat dari pengamat dan masyarakat kita hargai, kita apresiasi. Mari kita sama-sama bergandengan tangan. Karena 2022 kita harus gercep (gerak cepat) hadir di tengah-tengah masyarakat dengan solusi. Bukan hadir dengan memicu perpecahan," katanya.
Diketahui politikus Gerindra Kamrussamad menilai aksi jalan kaki Sandiaga Uno saat bertemu Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai pencitraan.
Dia menyebut Sandiaga meminta petunjuk Prabowo karena elektabilitas tidak kunjung naik meski sudah berkeliling Nusantara mengatasnamakan kebangkitan desa wisata.
Kamrussamad pun berpesan agar Sandiaga tak menjadikan jalan kaki sebagai tindakan untuk mencari simpati, melainkan sebagai empati. Sebab, masih banyak masyarakat yang berjalan kaki menuju tempat kerja karena keterbatasan transportasi.
Sebelumnya, Kamrussamad juga pernah menuding adanya rekayasa dalam deklarasi dukungan bagi Sandiaga Uno oleh sejumlah ulama.
Baca Juga: Dukung Kebijakan Larangan Ekspor Batu Bara, Gerindra: Demi Kepentingan Nasional
Kamrussamad menuding ada upaya eksploitasi ulama. Kamrussamad menyebut ada upaya rekayasa ijtima ulama. Dia menilai, rekayasa ini berpotensi memicu politik identitas sebagai pemecah belah bangsa.
"Saya khawatir ada sekelompok oknum yang bekerja secara sistematis bersama Sandiaga sehingga tega lakukan eksploitasi identitas ulama," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Klaim Tak Pakai Pekerja Asing, Taufik Gerindra: JIS Impian Semua Gubernur
-
Prabowo dan Ganjar Dinilai Cocok Duet di Pilpres 2024, Pengamat: Punya Bekal yang Sama
-
Prabowo Dinilai Kurang Bisa Tarik Perhatian Publik, Pengamat: Mungkin Masih Atur Strategi
-
Tak Punya Partai, Taufik Gerindra: Ketum Parpol Jangan Takut Pada Anies di Pilpres
-
Dukung Kebijakan Larangan Ekspor Batu Bara, Gerindra: Demi Kepentingan Nasional
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025