Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan kepada jajaran menteri terkait pentingnya karantina bagi warga negara yang baru datang di luar negeri.
Hal ini kata Jokowi menyusul kasus varian Covid-19 Omicron telah mengalami lonjakan dengan total 136 kasus.
"Saya minta betul-betul, utamanya yang terkait dengan Omicron ini adalah karantina bagi yang datang dari luar negeri," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas evaluasi mingguan penanganan pandemi Covid-19 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/1/2021).
Jokowi pun meminta tak ada lagi dispensasi bagi pihak -pihak yang baru datang dari luar negeri.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak ingin ada warga yang membayar petugas karena tak melakukan karantina sepulang berpergian dari luar negeri.
"Jangan ada lagi dispensasi-dispensasi, apalagi yang bayar-bayar itu kejadian lagi," tutur dia.
Selain itu, Jokowi menyebut kenaikan kasus positif varian Omicron mayoritas berasal dari kasus impor. Karenanya, Jokowi memerintahkan BIN, Polri untuk mengawasi ketat perihal karantina bagi warga negara yang baru datang luar negeri.
"Kalau kita lihat, kenaikan menjadi 136 kasus ini hampir seluruhnya berasal dari kasus impor. Saya harapkan sekali lagi BIN, Polri, yang menyangkut urusan karantina agar betul-betul diawasi betul," kata Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bersyukur target vaksinasi Covid-19 sebanyak 280 juta dosis tercapai di akhir tahun 2021. Adapun saat ini jumlah vaksinasi kata Jokowi berada di angka 280 juta atau 281.299.690 dosis.
Baca Juga: Sebut Kasus Omicron Melonjak 136 Kasus, Jokowi Perintahkan Jajaran Persiapkan Faskes
"Berkaitan dengan vaksinasi alhamdulilah hari ini sudah mencapai lebih dari 280 juta, 281 juta dosis yang telah kita suntikkan," tuturnya
Sehingga dengan capaian target vaksinasi tersebut, Jokowi berharap jajaran terkait terus mempercepat program vaksinasi.
"Kita harapkan terus kita kejar sesuai dengan target yang telah kita berikan sehingga segera kita bisa menyelesaikan baik dosis satu maupun dosis dua. Karena stok vaksin yang saya terima, Menkes betul-betul kita pada posisi yang melimpah," kata Jokowi.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, kasus varian Covid-19 Omicron telah mengalami lonjakan dengang total 136 kasus.
"Saya ingin menyampaikan bahwa kasus omicron sudah mengalami lonjakan, kasus omicron mengalami lonjakan hari ini menjadi 136 kasus," kata dia.
Karenanya Jokowi meminta jajaran untuk melakukan langkah-langkah penanganan kasus Covid-19 varian Omicron. Di antaranya, kata Jokowi, mempersiapkan fasilitas-fasilitas kesehatan baik di pusat maupun di daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen