Suara.com - Seorang tentara di Paraguay, Sersan Victor Isasi, tewas diseruduk rusa di sebuah taman di Istana Kepresidenan. Menyadur BBC Rabu (5/1/2022), pria 42 tahun itu meninggal akibat luka tusukan dari tanduk rusa, jelas militer.
Menurut laporan, rusa itu bukan asli hewan asli Paraguay dan merupakan hadiah untuk ditempatkan di Istana Presiden di dekat ibu kota Asunction.
Juru bicara infanteri mengatakan rusa itu biasanya disimpan di area terpisah dengan hewan liar lain agar tidak berinteraksi langsung dengan manusia.
CCTV menangkap momen ketika tentara mendekati rusa sebelum diserang. Dia kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit militer.
"Di kamera keamanan Anda dapat melihat [sersan] memasuki sektor di mana hewan-hewan ini berada dan dia membuat gerakan [mengangkat tangan] yang memicu reaksi rusa," kata juru bicara militer Kolonel Victor Urdapilleta.
Dia mengatakan Isasi sedang berpatroli rutin ketika serangan itu terjadi pada dini hari Selasa.
Hewan itu adalah rusa poros dari India, kata Direktur Satwa Liar di Kementerian Lingkungan Hidup, Frederick Bauer, kepada media setempat.
Ini adalah salah satu dari banyak hewan yang dipelihara di kebun seluas 10 hektar (24 acre) di kediaman resmi Presiden Mario Abdo Benitez.
Urdapilleta mengatakan pejabat yang bertanggung jawab atas kebun telah berkonsultasi dengan kementerian lingkungan sebelum memperkenalkan rusa.
Baca Juga: Taman Rusa Sekupang Semakin Lengkap, BP Batam Tambah Fasilitas
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga Agum Gumelar Kumpul di Kantor Menhan Sjafrie, Ada Agenda Apa?
-
Data Tumpang Tindih, Kemenag Usul Klasifikasi Santri vs Non-Santri untuk Program MBG
-
Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat
-
Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia
-
Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton
-
Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan
-
Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein
-
Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV
-
Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus
-
Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?