Berkat teknologi baru dalam pengumpulan gas alam, dalam dekade terakhir, AS naik menjadi pengekspor LNG terbesar di dunia.
Perusahaan energi Amerika Serikat telah meningkatkan kapasitas ekspor LNG hampir 20% akhir tahun lalu, kata Badan Energi Internasional.
Namun, pasokan baru itu mungkin tidak cukup untuk mememnuhi kebutuhan Eropa, jika Putin benar-benar menghentikan pemasokan gas alam dari Rusia.
Dalam jangka pendek, "LNG tidak akan dapat sepenuhnya mengkompensasi (kekurangan gas alam dari Rusia]," kata Bernd Weidensteiner, mengutip "kurangnya kapasitas jangka pendek gratis di antara eksportir seperti AS dan Qatar."
Ekonom Commerzbank itu mengatakan bahwa, meskipun Eropa masih memiliki kapasitas untuk memproses gas cair yang diimpor, "akan sulit untuk mengirimkannya ke pengguna akhir, karena infrastruktur distribusi yang ada tidak disesuaikan untuk pemasokan LNG secara signifikan."
Bernd Wiedensteiner memperingatkan, tanpa pengekspor gas alam atau LNG lain yang bisa menggantikan Rusia, beberapa negara Eropa mungkin harus berjuang untuk mengkompensasi hilangnya pasokan dari Rusia sementara dalam skenario terburuk, Weidensteiner memperingatkan. (hp/ha)
Berita Terkait
-
Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Ketulusan Ayah Sambung Syifa Hadju, Gendong di Siraman Meski Tak Jadi Wali Nikah
-
Cremonese Dibantai Napoli, Emil Audero Justru Jadi Pemain Terbaik dan Tepis Penalti McTominay
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah