"Kami tidak menyetujui sanksi keuangan."
China sebelumnya menolak menyebut tindakan Rusia ke Ukraina sebagai 'invasi' dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.
Minggu lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan China 'memantau dengan saksama situasi terakhir" dan menyerukan "semua pihak harus berusaha menahan diri."
Dia kemudian agak kesal ketika wartawan menyebut tindakan Rusia sebagai invasi ketika serangan dimulai pekan lalu.
"Ini adalah mungkin perbedaan antara China dan anda pihak Barat. Kami tidak mau tergesa-gesa mengambil kesimpulan," katanya.
Dia menambahkan bahwa 'masalah Ukraina' adalah masalah yang kompleks dan menambahkan bahwa China akan melakukan perdagangan normal baik dengan Ukraina dan Rusia.
Rusia menyerang Ukraina beberapa minggu setelah Presiden Rusia Vladimir bertemu Presiden China Xi Jinping sebelum dimulainya Olimpiade Musim Dingin di Beijing.
Majelis Umum PBB keluarkan resolusi soal Ukraina
Sementara itu Majelis Umum PBB dengan suara mayoritas meloloskan resolusi mengecam Rusia atas invasi ke Ukraina.
Resolusi berjudul "Agresi Terhadap Ukraina' tersebut menuntut segera digantikannya serangan dan penarikan seluruh pasukan Rusia.
Baca Juga: Prihatin dengan Kekerasan di Ukraina, Petenis Belarus Azarenka Merasa Hancur
Resolusi ini didukung oleh 141 negara dari 193 negara anggota majelis umum, dengan lima negara menolak resolusi dan 35 negara tidak memberikan suara (abstain).
Lolosnya resolusi disambut gempita oleh negara-negara yang mendukung, dengan suara Presiden Majelis Umum Abdulla Shahid hampir tidak terdengar ketika membacakan resolusi di tengah sambutan meriah dalam ruang sidang di New York tersebut.
Negara mana yang menentang?
Belarus
Eritrea
Korea Utara
Rusia
Suriah
Ketika meminta delegasi untuk menentang resolusi, Dubes Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengatakan negara-negara Barat memberi 'tekanan yang tidak pernah ada sebelumnya' kepada negara lain untuk meloloskan resolusi.
"Dokumen ini tidaklah membuat kami akan menghentikan aktivitas militer," katanya.
"Malah sebaliknya, ini akan membuat para nasionalis dan kelompok radikal di Kyiv terus menerapkan kebijakan dengan cara apa pun, menjadi warga sipil sebagai sandera, dalam arti yang sebenarnya."
Negara mana yang abstain?
Aljazair
Angola
Armenia
Bangladesh
Bolivia
Burundi
Republik Afrika Tengah
China
Congo
Kuba
El Salvador
Equatorial Guinea
India
Iran
Irak
Kazakhstan
Kyrgyzstan
Laos
Madagascar
Mali
Mongolia
Mozambique
Namibia
Nicaragua
Pakistan
Senegal
Afrika Selatan
Sudan Selatan
Sri Lanka
Sudan
Tajikistan
Uganda
Tanzania
Vietnam
Zimbabwe
Apa pengaruh resolusi PBB tersebut?
Tidak seperti resolusi Dewan Keamanan PBB yang kemarin sudah diveto oleh Rusia, resolusi Majelis Umum tidak memiliki kekuatan hukum.
Seperti yang dikatakan oleh PBB, resolusi tersebut adalah 'merupakan rekomendasi untuk dilaksanakan."
Namun secara simbolik memiliki nilai yang kuat dan menunjukkan pendapat dunia internasional.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan resolusi itu mengirimkan 'pesan yang kuat dan jelas' kepada Rusia.
"Hentikan permusuhan di Ukraina sekarang. Matikan senjata sekarang," katanya.
"Buka pintu bagi dialog dan diplomasi sekarang.
"Integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina harus dihormati sesuai dengan Piagam PBB," kata Guterres.
Ini adalah sidang darurat Majelis Umum PBB yang jarang dilakukan, yang mulai diserukan hari Senin, dimulai hari Selasa dan berlanjut sampai Rabu.
Ini adalah sidang pertama yang dilakukan selama 20 tahun terakhir dengan sidang darurat sebelumnya adalah di tahun 1997 ketika terjadi konflik Israel-Palestina.
Hari Jumat lalu, Rusia menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan untuk memblok resolusi yang meminta agar serangan ke Ukraina dihentikan dan pasukan ditarik.
Hasil pemungutan suara minggu lalu adalah 11-1 dengan tiga negara China, India dan Uni Emirat Arab abstain.
Veto yang dilakukan Rusia menyebabkan delegasi lain menyerukan adanya sidang darurat Majelis Umum yang tidak memungkinkan negara melakukan veto.
Rusia menjadi Presiden Majelis Umum PBB di bulan Februari namun Uni Emirat Arab menggantikan kedudukan di bulan Maret.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari berita- berita di ABC News
Berita Terkait
-
Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Minta Sekutu Pasok Amunisi Pencegat
-
Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Serangan Rudal Iran Terancam Melebar ke Laut Kaspia karena Ulah Ukraina Ini
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard