Suara.com - Isu untuk membuat pemilu 2024 ditunda mulai mereda setelah Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak untuk tunduk, taat, dan patuh pada UUD 1945.
Anggota Badan Pengawas Pemilu Rahmat Bagja mengatakan sebagai bagian dari penyelenggara pemilu, Bawaslu menghormati keputusan pemungutan suara akan dilakukan pada 14 Februari 2024.
"Maka secara mutatis mutandis tidak ada penundaan menurut apa yang telah ditetapkan KPU," kata Rahmat dalam webinar Penundaan Pemilu : Menerabas Pembatasan Masa Jabatan? Tinjauan Aspek Hukum, Politik dan Ekonomi, Rabu (9/3/2022).
Rahmat mengatakan Bawaslu tidak akan turut serta dalam pro dan kontra usulan penundaan pemilu.
"Sampai saat ini tidak ada isu penundaan di penyelenggara," katanya.
Bagi Rahmat, usulan penundaan pemilu hanya wacana politik.
"Jika serius, maka mau tidak mau pemerintah ataupun DPR akan memaksa KPU untuk mengubah tanggal pemilihan suara. Kalau ini kan perspektif kami tidak ada hal-hal seperti itu," kata Rahmat.
Saat ini, KPU dan Bawaslu sedang menyelesaikan berbagai hal menjelang pelaksanaan pemilu 2024.
Rahmat mengatakan setelah tanggal pemungutan suara ditetapkan, maka 20 bulan sebelumnya sudah dimulai tahapan pemilu.
"Ini juga menyadarkan kepada masyarakat bahwa pemilu itu bukan pada saat pemungutan suara. Akan tetapi pemilu dimulai pada 20 bulan sebelum hari pemungutan suara," katanya.
Usulan penundaan pemilu pertamakali disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dengan alasan ekonomi. Usulan itu kemudian disambut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan didukung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Wacana perppu penundaan pemilu
Muncul wacana peraturan pemerintah pengganti perundang-undangan tentang penundaan pemilu belakangan ini.
Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak ada hal yang mendesak bagi pemerintah untuk mengeluarkan perppu mengenai penundaan pemilu 2024.
PDI Perjuangan, kata Hasto, menilai penerbitan perppu untuk menunda pemilu sama artinya melecehkan konstitusi dan demokrasi.
Berita Terkait
-
Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Bukan Lewat DPRD, Ini Resep Said Abdullah PDIP Agar Biaya Pilkada Langsung Jadi Murah
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN