"
"Kami bahkan tidak bisa mengumpulkan jenazah korban itu karena tembakan senjata berat tidak berhenti siang dan malam," kata Wali Kota Bucha, Anatol Fedoruk.
"
Di salah satu kota yang paling parah keadaannya di selatan Mariupol, diperkirakan 200.000 orang — hampir setengah dari total populasi sebesar 430.000 — berharap untuk melarikan diri.
Pusat koordinasi Rusia untuk upaya kemanusiaan di Ukraina dan Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan gencatan senjata disepakati dimulai pada Selasa pagi untuk memungkinkan beberapa warga sipil mengungsi, tetapi tidak jelas ke mana arah koridor-koridor ini, di tengah ketidaksepakatan antara dua sisi.
Pusat koordinasi Rusia menyarankan akan ada lebih dari satu koridor, tetapi sebagian besar akan mengarah ke Rusia, baik secara langsung atau melalui Belarus.
Meski demikian, di PBB, Duta Besar Rusia menyarankan koridor dari beberapa kota dibuka dan orang-orang dapat memilih sendiri arah mana yang akan mereka tuju.
Wakil Perdana Menteri Ukraina, Irina Vereshchuk hanya mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyetujui evakuasi warga sipil dari kota timur Sumy, menuju kota Poltava di Ukraina.
Mereka yang akan dievakuasi termasuk mahasiswa asing dari India dan China, katanya.
Baca Juga: Imbas Perang Rusia-Ukraina, McDonald's Tutup Sementara Semua Gerai di Rusia
Dia menegaskan kembali bahwa proposal untuk mengevakuasi warga sipil ke Rusia dan sekutunya Belarusia, yang merupakan landasan untuk invasi, tidak dapat diterima.
Pembantu Presiden Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, mengunggah video bus kuning dengan lambang palang merah terpampang di samping, yang menurutnya menunjukkan evakuasi dari Mariupol menuju kota Zaporizhzhia.
Dia mengatakan bantuan kemanusiaan juga dikirim ke Mariupol.
Tuntutan untuk lorong-lorong yang efektif telah melonjak di tengah peningkatan penembakan oleh pasukan Rusia.
Pengeboman terus-menerus, termasuk di beberapa wilayah terpadat di Ukraina, telah menghasilkan krisis kemanusiaan berupa berkurangnya pasokan makanan, air, dan medis.
Melalui semua itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Ukraina menunjukkan keberanian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.
Berita Terkait
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki