- Gus Lilur mendesak pemerintah agar kebijakan konversi energi LPG ke CNG menjadi momentum keadilan bagi masyarakat Madura.
- Selama ini Madura menjadi sumber gas utama untuk industri Jawa Timur, namun manfaat ekonominya belum dirasakan masyarakat lokal.
- Pemerintah pusat diminta melibatkan BUMD, koperasi, dan pengusaha lokal dalam pengelolaan ekosistem CNG agar kesejahteraan rakyat Madura meningkat.
Suara.com - Founder dan Owner Bagasmara, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menyoroti rencana konversi energi nasional dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar perubahan bahan bakar, tetapi momentum penting untuk menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat Madura.
Gus Lilur menilai Madura selama ini menjadi daerah kaya sumber daya gas, namun manfaat ekonominya belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat setempat.
Ia menyebut konversi LPG ke CNG harus menjadi koreksi sejarah agar kekayaan alam Madura benar-benar kembali kepada rakyat Madura.
“Bagi Indonesia, ini agenda strategis. Tetapi bagi Madura, ini soal keadilan. Ini soal sejarah panjang sebuah pulau yang kaya sumber daya, tetapi rakyatnya masih bergulat dengan kemiskinan,” ujar Gus Lilur kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Ia mengatakan gas alam Madura selama bertahun-tahun menjadi penopang kebutuhan industri Jawa Timur, terutama dari wilayah Kangean, Sumenep.
Namun, aliran manfaat ekonomi terbesar justru dinikmati kawasan industri di luar Madura.
“Gas Madura menghidupi pabrik, kawasan industri, pembangkit, hingga petrokimia di Jawa Timur. Tetapi rakyat Madura sendiri belum menjadi pusat manfaat dari kekayaan itu,” katanya.
Menurut Gus Lilur, kondisi tersebut menunjukkan ironi besar.
Baca Juga: Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
Madura disebut menjadi sumber energi utama, tetapi masih tertinggal dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyinggung keberadaan Jembatan Suramadu yang sebelumnya diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi Madura.
Namun dalam sektor gas, jembatan tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal.
“Gas Madura tidak mengalir terlebih dahulu ke dapur rakyat Madura. Justru dialirkan lewat pipa laut menuju pusat industri di luar Madura,” tegasnya.
Karena itu, Gus Lilur meminta pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Kementerian ESDM, SKK Migas, Pertagas, dan PGN agar melibatkan masyarakat Madura dalam pengelolaan industri gas nasional.
Ia menekankan pembangunan ekosistem CNG nasional harus memberi ruang bagi pemerintah daerah, BUMD, koperasi lokal, pesantren, dan pengusaha Madura untuk ikut terlibat secara nyata.
Tag
Berita Terkait
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara
-
Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya
-
Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China