Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan pengamat politik kondang Rocky Gerung atau RG tengah berbicara dan melontarkan sindiran keras terhadap rezim Presiden Jokowi, viral di media sosial.
Melansir Terkini.id -- jaringan Suara.com, Video Rocky Gerung sindir keras rezim Jokowi itu viral usai diunggah pengguna Twitter Lelaki_5unyi, seperti dilihat pada Jumat 11 Maret 2022.
Dalam narasi cuitannya, akun itu mengutip ulang pernyataan RG yang menyebut umat Islam yang tidak pro terhadap kekuasaan Jokowi akan dianggap radikal.
"Rocky Gerung, Islam Radikal itu Kalau Tidak Pro Kekuasaan," cuit akun Lelaki_5unyi.
Dilihat dari video itu, tampak Rocky Gerung tengah berbicara di program diskusi yang digelar pakar hukum tata negara Refly Harun.
RG pun awalnya menyebut, rezim Pemerintahan Preside Jokowi saat ini mengalami pembusukan intelektual lantaran tak memiliki mutu secara pemikiran.
"Kita lihat bahwa rezim ini mengalami pembusukan secara intelektual. Gak ada mutu secara pemikiran," ujar Rocky Gerung.
Ia pun menyebut, politisi Islam yang tidak pro terhadap Jokowi akan dianggap radikal bahkan dijadikan teroris.
"Istilah moderat itu artinya, mereka politisi Islam yang pro kekuasaan akhirnya. Kalau dia tidak pro kekuasaan maka dianggap radikal itu, bahkan dijadiin teroris itu," tuturnya.
Maka dari itu, kata Rocky, politisi Islam saat ini bahkan yang tidak terlibat di partai politik tengah memperlengkapi diri mereka dengan pengetahuan.
"Jadi sebetulnya, politisi Islam ini bahkan yang belum berpartai memperlengkapi diri dengan pengetahuan," ungkap RG.
Lebih lanjut, Rocky Gerung pun menilai seharusnya ‘pertandingan’ di rezim Jokowi sekarang ini adalah siapa yang punya dan tidak punya otak bukan soal siapa yang radikal dan siapa yang tidak.
"Sekarang pertandingannya anda punya otak apa nggak. Gak perlu tanya anda radikal apa nggak," ujarnya.
Berita Terkait
-
Tanggapi Label Ustaz Radikal, UAS Beri Jawaban Kocak Tapi Penuh Sindiran
-
Pak RT Setempat Bicara soal Dokter Terduga Teroris yang Ditembak Densus 88, Tidak Dimasukkan Grup WA
-
Said Didu Kritik Pemerintah Bersemangat Memungut Uang Rakyat: Apakah Negara Ini Akan Terus Dibiarkan Begini?
-
Sebut Persoalan Minyak Goreng Bisa Ganggu Ketertiban Umum, Puan Minta Penimbun Diganjar Setimpal
-
Pray For Dokter Sunardi Trending di Twitter, Teroris yang Ditembak di Sukoharjo Disebut Sering Beri Pengobatan Gratis
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik