Suara.com - Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Lukman Said mengungkapkan ada seratus lebih kabupaten yang belum mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga kini, lantaran terganjal anggota dewan yang malas datang rapat paripurna.
Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Adkasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Salah satu yang menjadi poin penting dalam rapat tersebut, yakni tuntutan dari Adkasi terkait revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional, termasuk kaitannya terhadap uang perjalanan dinas.
Selain itu, mereka juga menuntut direvisinya PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD agar dapat mencantumkan tunjangan sidang bagi anggota DPRD.
"Bahwa ada 101 kabupaten yg sampai hari ini belum mengesahkan APBD-nya. Salah satu faktor, pak menteri, salah satu faktor, DPRD malas datang itu paripurna karena tidak ada uangnya," kata Lukman, Senin (14/3/2022).
Tuntutan-tuntutan itu yang diharapkan Adkasi bisa direalisasi dan menjadi solusi untuk meningkatkan kinerja anggota DPRD, terutama untuk hadir dalam rapat.
"Sehingga tidak rugi negara kalau negara menganggarkan tunjangan sidang-sidang. Setuju tho? Kalau itu dilakukan, maka kuorum, selesai pola-pola. Masak mau rapat sidang paripurna tidak ada uang makan-minumnya, pak? Iya tho pak?" kata Lukman disambut hadirin yang menjawab, 'betul'.
Lukman mengakui, ada anggapan dari para anggota DPRD yang malas menghadiri rapat lantaran tidak ada alokasi anggaran untuk minum dan makan.
"Jadi kadang-kadang teman-teman, 'wah ngapain datang, mau minum saja tidak ada anggarannya'. Tapi saya sudah bicara dengan Pak Dirjen Otda, sudah, kenapa tidak kalau memang itu untuk kepentingan bangsa dan negara. Muhda-mudahan Istana dengar hari ini," kata Lukman.
Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Akmal Malik mengatakan, pihaknya tentu berkeinginan mendorong peningkatan kinerja DPRD melalui regulasi. Namun saat ini, ditegaskan Akmal pemerintah masih berfokus dalam upaya penanganan dampak pandemi.
"Kami memahami pentingnya kesejahteraan teman-teman DPRD untuk kinerja mereka. Tetapi sekali lagi kita juga berharap kondisi sekarang juga dapat dipahami oleh teman-teman DPRD. Tentunya aspirasi-aspirasi dari temen-teman DPRD akan kita bicarakan dengan pemangku-pemangku kebijakan terkait, seperti teman-teman dari Kementerian Keuangan, Kemenkumham," kata Akmal di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (14/3/2022).
Sementara itu terkait 101 kabupaten belum mengesahkan APBD karena anggota DPRD yang malas hadir rapat paripurna, Akmal berkeyakinan hal itu bisa diselesaikan.
"Kami yakin teman-teman DPRD punya semangat lah untuk mencoba menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Memang ada aspirasi, aspirasi kan boleh-boleh saja. Tapi bukan karena itu, kami yakin bukan karena itu, tapi memang ada persoalan-persoalan semua orang terdampak ya, semua terdampak.
Karena itu, Akmal berharap Adkasi dapat memahami kondisi keuangan negara yang saat ini memang difokuskan untuk penanganan dampak pandemi.
"Kita berharap teman-teman DPRD juga dapat memahami kondisi keuangan negara yang saat ini tengah mengalami kontraksi yang cukup besar, tetapi pemerintah pasti akan mencoba mencari solusi terhadap permasalahan tersebut," katanya.
Berita Terkait
-
Ini Batasan Kewenangan Pj Kepala Daerah dari Larangan Mutasi hingga Buat Kebijakan Pemekaran Daerah yang Bertentangan
-
Isi Kekosongan Jabatan, Kemendagri Klaim Ketersediaan SDM untuk PJ Kepala Daerah Cukup dan Penuhi Kriteria
-
Menunggu Kiprah Generasi Muda Pada Pilkada di Gorontalo, Bagaimana Peluangnya?
-
Didorong Golkar Berduet di Pilkada DKI 2024, Peluang Sahroni-Airin Tipis karena Hadapi Lawan Berat
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya