Suara.com - Kiai NU bandingkan pindah ke IKN atau Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Kiai NU itu adalah Wakil Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Marsudi Syuhud.
Sebab IKN hingga kini masih menjadi perdebatan. Terkait masih adanya kalangan yang belum menerima program pembangunan IKN Nusantara, Marsudi meminta agar diajak berdialog dan diberi penjelasan sebaik-baiknya.
Dikutip dari WartaEkonomi (Jaringan Suara.com) Menurut Marsudi, semua pertimbangan yang dikemukakan pemerintah sejauh ini bisa diterima. Antara lain, agar beban Jakarta berkurang, pembenahan Batavia nanti akan lebih mudah tanpa mengurangi kelebihannya selama ini sebagai pusat ekonomi.
Pada saat yang sama, langkah ini bermanfaat menciptakan pemerataan pembangunan ekonomi ke luar Jawa sehingga ada efek penyebaran kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan yang selama ini terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Marsudi Syuhud meminta agar masalah perpindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur tidak perlu diperpanjang.
Marsudi Syuhud dukung IKN dan perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
"Karena tujuannya demi kemaslahatan semua, ya harus didukung," ujar dia kepada wartawan Senin kemarin.
Dikutip dari WartaEkonomi, Marsudi menyebut salah satu syarat pemindahan IKN ini tetap memenuhi kriteria kemaslahatan semua, yakni kota baru dibangun tanpa melupakan pembangunan kota lama, Jakarta.
Hal ini juga pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu, Rasulullah pindah dan membangun Kota Madinah bersama para sahabat tanpa melupakan Mekkah yang menjadi kota kelahirannya.
"Artinya sebagai bangsa, kami harus tetap mencintai DKI Jakarta sekaligus mencintai Kalimantan sebagai IKN baru," ucap Marsudi.
Tag
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Troy Pantouw Jubir IKN yang Ditemukan Tewas di Rusun ASN
-
Bos Agrinas Menghindar saat Ditanya soal Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Sambal Tumpang: Eksekusi Yin dan Yang dalam Proses Mengolah Tempe Bosoknya
-
Hampir Semua Pelaku Kejahatan SDA-LH Divonis Bersalah, Tapi Tak Jera!
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian