Suara.com - Sebanyak 64 orang kandidat lolos dalam tahap seleksi penulisan makalah untuk mengisi 12 jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya dan pratama di Lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2022. Sebelumnya, ada sekitar 149 orang kandidat yang mengikuti tahap penulisan makalah tersebut.
"Total kandidat yang akan mengikuti tahap selanjutnya ada 64 orang. Terdiri dari 12 orang kandidat JPT Madya (Jabatan Pimpinan Tinggi) berasal dari dua jabatan, deputi bidang koordinasi supervisi dan deputi bidang pendidikan dan peran masyarakat," kata ketua Panitia Seleksi (Pansel) Adrianus Meliala di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022).
"Dan ada 52 orang kandidat JPT pratama," kata dia.
Lebih lanjut, Adrianus mengatakan untuk tahap seleksi selanjutnya akan digelar pada 21 sampai 24 Maret 2022. Di mana, tahap berikutnya yakni tahap kompetensi manajerial dan sosial kultural.
"Kepada para yang lulus ini akan segera dihubungi oleh pihak sekretariat agar kemudian hadir di kantor BKN, maka merujuk pada peraturan Menteri PAN-RB nomor 38 tahun 2017 maka yang akan diukur ada dua, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural."
Berikut nama-nama 64 kandidat yang lolos tahap pembuatan makalah di masing-masing posisi untuk mengisi sejumlah jabatan.
Untuk jabatan Direktur Bidang Koordinasi dan Supervisi, ada enam kandidiat yang lolos. Mereka Didik Agung Widjanarko (KPK); Hery Santoso (Polri); Bahtiar Ujang Purnama (KPK); Golkar Pangarso Rahardjo Winarsasi (Polri); KMS A Roni (Kejaksaan RI) dan Ignatius Wing Kusbimanto (Kementerian PUPR).
Kemudian, enam kandidat yang lolos dan bertarung untuk mengisi jabatan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat. Mereka adalah Eddy Cahyono Sugiarto (Kemensekneg); Malikuz Zahar (Badan Riset dan Inovasi Nasional); Wawan Wardiana (KPK); Ahmad Hijazi (Pemprov Riau); Rony Yakob (Pemprov Sulawesi Tenggara); Amiruddin (Pemprov Sulawesi Selatan).
Selanjutnya, untuk jabatan Direktur Penyidikan, ada enam nama kandidat yang lolos, yakni Budi Sokmo Wibowo (KPK); Totok Suharyanto (Polri); Edgar Diponegoro (Polri); Asep Guntur Rahayu (Polri); Awang Joko Rumitro (Polri); Yaved Duma Parembang (Polri).
Baca Juga: KPK Menyelisik Aliran Uang Gratifikasi untuk 'Pelicin' Izin Proyek di Pemkab Sidoarjo
Lalu, untuk jabatan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV, ada enam kandidiat yang lolos. Mereka adalah Elly Kusumastuti (Kejaksaan RI); Dzakiyul Fikri (Kejaksaan RI); Mulya Hakim Solichin (Polri); Rufriyanto Maulana Yusuf (KPK); Surya Nelli (Kejaksaan RI); dan Jamaluddin Farti (Polri).
Adapun, terkait kursi jabatan Kepala Sekretariat Dewan Pengawas, ada enam kandidiat yang lolos. Mereka adalah Rofil Edy Purnomo (Kemenkeu); Muhamad Hasan (Pemkab Lebak); Rikson Sitorus (Kemenpolhukam); Haerudin (KPK); Abdul Wahid Saraha (Pemkot Tidore Kepulauan); dan Jadi Haposan Manurung (Kemenkeu).
Sementara, untuk jabatan Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik, ada lima orang kandidat yang lolos. Kelima orang itu adalah Kunto Ariawan (KPK); Adhie Gustiawan (Pemkot Prabumulih); Supadi (KPK); Leo Lendra (BPKP); Johnson Ridwan Ginting (KPK); dan Herda Helmijaya (KPK).
Kemudian, jabatan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi, ada enam orang kandidat yang lolos. Mereka adalah Valentinus Rudy Hartono K (Kementerian Keuangan); Kartika Handaruningrum (Kemenlu); Edi Suharto (Kemenlu); Budi Santoso (KPK); Wuryono Prakoso (KPK); dan Dedi Hartono (KPK).
Enam orang kandidat lainnya yang lolos dan berpeluang mengisi jabatan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi adalah Amir Arief (KPK); Abdul Main (Kemenag); Muhammad Firdaus (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah); Andi Krisna (KPU); Dwi Rahayu Eka Setyowati (Kemenkumham); dan Ali (Kemenkomarves).
Lalu, jabatan Kepala Pusat Perencanaan Strategis Pemberantasan Korupsi, ada enam orang kandidat yang lolos. Para kandidat itu adalah Zil Irvan Rusli (KPK); Rahendro Jati (Kemenkumham); Muhamad Suryanto (Kemenkeu); Purnama Irawansyah (Pemprov Riau); Doli Wilfried Hasudungan Simanungkalit (Kemenkes); dan Elly Rada Putra (Kemenhub).
Jabatan Kepala Biro Sumber Daya Manusia, ada enam orang kandidat yang lolos. Mereka adalah Zuraida Retno Pamungkas (Kemenkeu), I Gusti Ngurah Agung Yuliarta Endrawan (KASN); Enny Indarti (Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi); Mugi Syahriadi (KASN); Suparjana (Kemendagri); dan Rosana Fransisca (KPK)
Terakhir, Jabatan Kepala Biro Hubungan Masyarakat ada empat kandidat yang lolos. Mereka adalah Yuyuk Andriati Iskak (KPK); Leo Efriansa (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila); Jasyanto (Badan Riset dan Inovasi Nasional); dan Yudithia (Pemprov Riau).
Berita Terkait
-
KPK Menyelisik Aliran Uang Gratifikasi untuk 'Pelicin' Izin Proyek di Pemkab Sidoarjo
-
Belum Ada Tersangka, KPK Hari Ini Panggil Eks Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi Terkait Kasus DAK
-
Pinjam Kantor Brimob Polda Maluku, KPK Periksa 9 Anggota DPRD Buru Selatan Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan
-
Periksa Direktur RSUD hingga Sekda, KPK Usut Dugaan Sejumlah Pihak Terima Jatah Fulus Proyek Pemkab Sidoarjo
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami