Pinkston mengutip pembentukan kota baru Brasilia sebagai ibu kota Brasil dan Canberra di Australia.
"Kekhawatirannya adalah terlalu banyak terkonsentrasi di daerah kecil di sekitar Seoul - pemerintah, birokrasi, bisnis, keuangan, budaya, hiburan - dan itu telah menyebabkan kepadatan berlebih, lalu lintas, polusi, dan tidak menguntungkan sebagian besar penduduk negara," katanya kepada DW.
Masalah keamanan negara
Lebih lanjut, Pinkston mengatakan bahwa masalah keamanan jadi pertimbangan utama lainnya, di mana pinggiran utara Seoul hanya berjarak 30 kilometer dari Zona Demiliterisasi yang memisahkan Korea Selatan dari Utara.
Kekhawatiran telah lama muncul bahwa serangan tiba-tiba di perbatasan akan sangat cepat memungkinkan pasukan Korea Utara yang menyerang untuk mencapai kota. Seoul juga berada dalam jangkauan artileri Korea Utara dan memindahkan ibu kota ke Sejong akan menawarkan perlindungan yang lebih baik di balik serangkaian penghalang alami, termasuk sungai dan pegunungan.
Seoul ibu kota yang ideal?
"Di atas kertas, semuanya masuk akal, tetapi ada banyak tekanan balik di berbagai sektor," tambah Pinkston.
"Birokrat di kementerian pemerintah tidak ingin meninggalkan Seoul karena anak-anak mereka bersekolah di sekolah terbaik di sini dan mereka takut pindah ke Sejong akan merugikan mereka untuk masuk ke universitas dan pekerjaan yang tepat."
"Sejong juga dianggap sebagai gurun budaya, tidak ada museum, teater, restoran, dan sebagainya yang dekat yang dapat mereka nikmati di sini seperti di Seoul," lanjut Pinkston.
Baca Juga: Siapa Yoon Suk-yeol, Seorang Antifeminis yang Jadi Presiden Baru Korsel?
"Seoul juga secara harfiah berarti 'ibu kota', jadi ada juga pertentangan pada tingkat historis dan simbolis itu karena kota itu berada di tengah semenanjung dan bisa menjadi ibu kota Korea bersatu di masa depan.
Orang-orang tidak ingin mengubah posisi mereka. membela identitas itu," ungkapnya.
Seorang kepala sebuah LSM yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada DW, bahwa dia mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah lembaga pemerintah ketika dia diberitahu bahwa seluruh departemennya akan dipindahkan ke Sejong.
"Ada beberapa orang lain yang melakukan hal yang sama seperti saya," katanya.
"Saya dari Seoul, keluarga saya tinggal di dekatnya dan saya punya teman dan jaringan kolega dan kontak di seluruh kota," katanya.
"Ada banyak hal yang harus saya lakukan di sini. Saya suka tinggal di Seoul. Hidup saya tidak hanya tentang pekerjaan saya dan saya memutuskan bahwa pindah kerja tidak dapat diterima. Jadi saya berhenti. Dan saya tidak menyesali keputusan itu. Seoul adalah tempat yang saya inginkan," pungkasnya. Ed: rap/hp
Berita Terkait
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Wujudkan Hunian dan Kendaraan Impian di BRI Consumer Expo 2026
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April