Sekarang, Ketua Umum FDP yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Christian Lindner, mengumumkan rencana pemotongan anggaran kerja sama pembangunan sebesar 1,6 miliar euro.
Anggaran bantuan pembangunan "seharusnya naik, bukan turun" "Jalan ke depan tidak bisa dengan memiliki lebih banyak proyek. Kita harus lebih efisien.
Semuanya perlu diuji, apakah itu organisasi kecil atau besar, proyek bilateral atau multilateral," kata anggota parlemen FDP Claudia Raffelhüschen dalam debat di parlemen awal minggu ini.
Namun, banyak anggota parlemen yang kritis terhadap rencana peningkatan pengeluaran militer.
Dan bagi mereka, pemotongan anggaran untuk proyek-proyek bantuan pembangunan sangat mengecewakan: "Jutaan (orang) lebih mungkin didorong ke kelaparan oleh perang," kata Andrej Hunko dari Partai Kiri.
Banyak anggota dari Partai Hijau yang setuju. "Bagaimanapun, keamanan tidak hanya berarti keamanan militer," kata anggota parlemen Deborah Düring dari Partai Hijau.
"Kami bertanggung jawab untuk memastikan keseimbangan, antara pengeluaran untuk pertahanan, pencegahan krisis sipil, dan kerja sama pembangunan berbasis hak asasi manusia."
Hal itu juga dikritik oleh banyak LSM dan lembaga bantuan Jerman. Bahkan sebelum perang di Ukraina, asosiasi LSM VENRO telah menghitung bahwa anggaran seharusnya dinaikkan menjadi 31,2 miliar euro, agar kerja sama pembangunan dan bantuan kemanusiaan bisa memenuhi target dalam memerangi krisis iklim, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan perawatan kesehatan di negara-negara berkembang.
Rancangan anggaran belanja masih akan diperdebatkan di parlemen dan baru akan ditetapkan akhir Juni nanti. (hp/ha)
Baca Juga: Jerman Umumkan Peringatan Dini Kemungkinan Krisis Pasokan Gas Rusia
Berita Terkait
-
Wujudkan Hunian dan Kendaraan Impian di BRI Consumer Expo 2026
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Dapat Restu dari OJK, Muhammad Awaluddin Sah Jabat Dirut Jasa Raharja
-
Suku Bunga dan Daya Beli Jadi Penentu, Bagaimana Peluang Investasi Properti 2026?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April