Suara.com - Presiden RI ke-5 sekaligus ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat melayangkan kritik terhadap ibu-ibu yang hanya menggoreng. Setelah ibu-ibu, kini giliran para bapak-bapak yang diberikan kritik pedas oleh Megawati.
Sebelumnya, Megawati menggelar siaran langsung demo masak tanpa minyak goreng melalui kanal YouTube resmi PDI Perjuangan pada Senin (28/03/2020). Demo masak tersebut juga dibuka oleh Megawati yang memberikan kritik pedas ke bapak bapak. Soal apa?
Megawati singgung bapak-bapak 'masa gak bisa mikir'
"Ayo coba, mikir! Ini pikiran-pikiran praktis saya berikan kepada kalian untuk kehidupan sehari-hari. Masak gitu aja gak bisa mikir. Ayo bapak-bapak. Pikir!" hardik Megawati kepada audiens demo masak tersebut yang dihadiri oleh bapak-bapak dari lapisan masyarakat hingga para pemangku kepentingan.
Kritik Megawati tersebut merujuk kepada bapak-bapak di masyarakat saat terjadi kebakaran akibat kegiatan memasak. Megawati mengamati bahwa bapak-bapak di masyarakat tidak berpikir untuk membeli tabung alat pemadam api ringan (APAR).
Bagi Megawati, adanya APAR tersebut lebih efektif membasmi kebakaran. Terlebih, ia sering melihat masyarakat yang memadamkan api dan kehabisan air.
"Apa gak ada kepikiran ya beli tabung (APAR) kayak gitu loh. Di setiap rumah saya ada loh, saya kalkulasi. Ayo kerjakan. Kerugiannya (kebakaran) luar biasa loh," ujar Megawati.
Megawati juga menyayangkan bahwa alasan mereka tidak menyisihkan uang untuk APAR adalah biayanya yang mahal.
Sontak, soal biaya mahal tersebut dibalas oleh Megawati dengan menyinggung tentang pembelian rokok. Megawati menyindir para bapak-bapak terkait dengan kebiasaan merokok yang seharusnya uang rokok tersebut bisa dibelikan APAR.
"Bedakan kalo berani. Kayaknya kalo gak ada rokok tidak sip. Rasanya udah kesel aja aku. Beli lah itu (APAR). Beli sana di kantoran ada atau nggak," sentil Megawati.
Baca Juga: Disebut Ditakuti Luhut, Megawati Takutnya dengan Puan Maharani
"Kan begitu bapak-bapak kesombongannya. Kalau udah gak bisa beli rokok kayaknya udah bakal kiamat. Ego kamu (bapak-bapak) itu turunkan," lanjutnya menyindir pilihan para bapak-bapak untuk membeli rokok ketimbang membeli APAR.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Disebut Ditakuti Luhut, Megawati Takutnya dengan Puan Maharani
-
Mengenang Lagi Momen Lawas Megawati dan Puan Maharani Nangis Gegara Harga BBM Naik di Zaman SBY
-
Mirip Megawati Soekarnoputri, Shandy Aulia Tak Pusing Harga Minyak Goreng Melambung, Sarannya Juga Sama
-
Diduga Dituduh Mencuri Mainan, Ibu Ini Marah-marah ke Kasir Minimarket, Videonya Viral
-
Rocky Gerung Bongkar 'Janji Suci' Megawati dengan Prabowo, Mengejutkan!
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
-
Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital
-
Israel Ketakutan AS-Iran Sepakat Damai, Tel Aviv Nekat Siapkan Serangan Darurat
-
Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas
-
Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully
-
KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama
-
Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen