Pada akhir tahun 1960-an, Chamoy Thipyaso memulai kejahatannya dengan membangun perusahaannya Mae Chamoy Fund dengan sistim Chit Fund, sebuah transaksi di mana peserta akan menyumbang sejumlah uang tertentu berulang selama periode tertentu.
Para peserta kemudian, akan menentukan batch atau biding, yang kemudian menerima jumlah bonus yang telah ditentukan.
Hal itu mirip dengan skema Ponzi, meminjam uang satu orang untuk membayar utang orang lain. Peminjam membuat komitmen, untuk membayar kepada pemberi pinjaman dengan pengembalian tinggi, dan mengiklankan tentang menerima pengembalian yang besar supaya menarik peminjam.
Awalnya, Mae Chamoy sebagai pendiri merangkap afiliator, menawarkan bisnisnya kepada para kalangan atas di Thailand. Maklum, ia adalah sosok pegawai di instansi perminyakan sekaligus istri pejabat militer Angkatan Udara.
Seiring banyaknya warga yang tertarik karena tergiur keuntungan atau bonus yang besar, banyak warga dari kalangan biasa turut dalam bisnis tersebut.
Mae Chamoy Fund didirikan sebagai cadangan minyak dengan keuntungan tinggi. Pada saat itu, chit fund sangat populer di Thailand dan India, sehingga banyak orang mendaftar secara buta untuk mengikuti Chamoy, dan berharap menjadi kaya.
Perusahaan ini bertujuan sebagai tempat penyimpanan uang hasil penipuan Thipayaso, dibuat agar terlihat seperti perusahaan dengan keuntungan tinggi.
Karena hubungan Thipyaso dengan Angkatan Udara dan Otoritas Perminyakan Thailand dinilai 'harmonis', dana tersebut mampu menopang dirinya sendiri untuk waktu yang sangat lama.
Hubungannya dengan militer merupakan faktor besar dalam kekuatan politik dan bisnis, sehingga dukungan militer yang nyata membuat skema tersebut tampak sah.
Baca Juga: Kisah Perawat Ditipu Kekasih, Tiga Tahun Mengaku-ngaku Anggota TNI AU Berpangkat Serda
Saking menggemanya bisnis Mae Chamoy bahkan sampai bisa menarik 16.231 anggota. Bahkan dana yang dihimpun juga disebut-sebut termasuk anggota kerajaan Thailand.
Karena koneksinya yang dekat dengan para petinggi, bisnis Mae Chamoy bisa bertahan selama 20 tahun, hingga pada pertengahan 1980-an, Raja Thailand kala itu Bhumibol Adulyadei turun tangan agar bisnis tersebut diselidiki.
Tak lama setelah itu, Chamoy Thipyaso ditangkap dan skema pendanaan Mae Chamoy ditutup.
Dilansir dari Steemit, setelah menjalani serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan, Thipyaso divonis pada 27 Juli 1989 bersama tujuh orang lainnya. Ia dinyatakan bersalah dalam kasus penipuan terhadap lebih dari 16.000 orang korban.
awalnya Thipyaso ditahan oleh Angkatan Udara, namun pengadilannya tidak pernah dilaksanakan hingga akhirnya Raja turun tangan. Sementara puluhan nasabahnya yang tidak berstatus tinggi di kalangan pemerintahan maupun militer harus kehilangan tabungannya tanpa mengetahui harus meminta bantuan ke siapa.
Meski divonis ratusan ribu tahun, nyatanya Chamoy Thipyaso hanya dihukum 20 tahun penjara, sesuai durasi kurungan maksimal di Thailand untuk kasus penipuan.
Bahkan Ia disebut-sebut hanya dipenjara 8 tahun saja setelah itu dibebaskan, tetapi kini keberadaannya seolah ditutupi dan tak banyak orang yang tahu. Termasuk kondisinya terkini, apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Link Live Streaming Final Piala Thomas 2022 Indonesia vs India Siang Ini Pukul 13.00 WIB
-
Kisah Perawat Ditipu Kekasih, Tiga Tahun Mengaku-ngaku Anggota TNI AU Berpangkat Serda
-
Tumbangkan China, Kore Selatan Juara Piala Uber 2022
-
Round-up SEA Games 2021: Koleksi 14 Emas, 16 Perak dan 8 Perunggu, Indonesia Perbaiki Posisi di Klasemen
-
Thailand Izinkan Masyarakat Tanam Ganja di Rumah Mulai Juni, Pemerintah Bagikan Gratis
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi
-
Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa
-
Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya
-
Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik
-
6 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda, Kondisi Kesehatan hingga Gaya Hidup