Suara.com - Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan mengatakan sikap bijak dan berhati-hati yang diterapkan masyarakat dalam menjaga data pribadi merupakan cara utama untuk menghindari kejahatan siber.
"Meskipun ada aturan yang ketat, kalau kita tidak hati-hati dan bijak dalam menjaga serta memanfaatkan data-data pribadi di dunia digital yang sangat kompleks ini, bukan hal yang tidak mungkin kita akan menjadi korban kejahatan siber. Untuk itu, sikap yang paling utama adalah hati-hati dan antisipatif," kata Farhan.
Ia mengemukakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk "Keamanan Berinternet: Mencegah Penipuan di Ranah Daring", hari ini.
Farhan menyampaikan sikap bijak dan berhati-hati dalam menjaga data pribadi untuk menghindari jerat kejahatan siber dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, masyarakat tidak boleh membagikan data pribadi di internet, terutama di media sosial. Masyarakat perlu mewaspadai alamat web asing dan menghindari kegiatan transaksi keuangan secara daring dengan menggunakan jaringan WiFi gratis.
Menurutnya, WiFi gratis rentan digunakan pelaku kejahatan siber, seperti penipuan daring untuk mengakses data-data penting di dalam perangkat milik korban melalui laptop, komputer, dan ponsel pintar.
Farhan mengatakan masyarakat dapat menghindari kejahatan siber dengan membuat kata sandi berbagai akun pribadi yang unik sehingga sulit ditebak orang lain.
"Buatlah kata sandi yang konsisten, tetapi unik. Jangan menggunakan kata sandi yang biasa-biasa saja, termasuk tanggal lahir. Itu bahaya," ujar dia.
Di samping itu, Farhan mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan kata sandi yang bersifat sementara, yakni kode one time password (OTP).
"Biasanya, OTP ini akan dikirimkan oleh beberapa operator atau lembaga yang memang terpercaya. Jangan dibagikan sembarangan," imbau Farhan.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR: Percepat Pengesahan RUU Pelindungan Data Pribadi
Ia menyarankan masyarakat untuk senantiasa memperbarui perangkat dengan sistem operasi yang baru.
Berita Terkait
-
Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Pekerja Stadion SoFi Los Angeles Gugat FIFA Jelang Kick Off Piala Dunia 2026 Karena Ini
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
Riset Kaspersky 2026: 84% Pengguna Simpan Data Sensitif Secara Digital, Ini Risiko dan Cara Aman
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
-
Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?
-
Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya
-
4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump
-
Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?