Anton mengatakan dari peristiwa tersebut, rerata anggota geng motor yang terlibat masih di bawah umur atau usia remaja, dan mereka memang sedang mencari jati diri.
Tawuran yang sering terjadi antargeng motor di wilayah hukum Polresta Cirebon dikarenakan mereka saling menantang satu sama lainnya, terutama melalui media sosial.
Merek memiliki akun media sosial masing-masing, dan sering memprovokasi satu sama lainnya dengan melakukan siaran langsung, serta menantang siapa pun. Setelah tantangan tersebut diladeni, mereka bersepakat bertemu di satu tempat.
Tidak hanya dengan tangan kosong, antargeng motor tersebut dibekali dengan senjata tajam, bom molotov, batu, bambu, dan lain sebagainya untuk saling menyerang.
Dari aksi tawuran tersebut, sering menimbulkan korban luka maupun jiwa dari kedua belah pihak, maupun warga setempat yang sedang nahas.
Pengawasan
Kejadian tawuran yang sering terjadi antargeng motor membuat miris, apalagi pelaku kebanyakan merupakan anak di bawah umur, dan menjadi salah satu aset bangsa.
Untuk itu, perlu adanya peningkatan pengawasan dari semua pihak, terutama yang paling dekat adalah kedua orang tua, jangan sampai anak-anak yang sedang tumbuh berkembang rusak oleh pergaulan tidak baik.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon sudah berupaya melakukan pencegahan dini agar anak tidak terlibat hukum, dengan sosialisasi di sekolah, hingga desa, dan kelurahan.
Upaya itu dilakukan untuk menjaga dan menangkis pergaulan yang tidak sehat di luaran, terutama masalah kenakalan remaja.
Karena usia remaja masih berupaya mencari jati diri, sehingga perlu adanya pengetahuan dan pengawasan, agar pencariannya bisa disalurkan kepada hal-hal positif.
"Orang tua mempunyai peranan penting untuk mengawasi anak-anaknya yang sedang mencari jati diri, jangan sampai salah pergaulan, dan terjerumus serta bergabung dengan geng motor," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah.
Bunda Fifi sapaan akrab Fifi Sofiah mengatakan bukan hanya orang tua yang berkewajiban menjaga remaja, namun semuanya wajib mengawasinya, agar tidak ada lagi kenakalan remaja yang berujung petaka.
Berantas Geng Motor
Kepolisian Resor Kota Cirebon, saat ini sedang getol memberantas geng motor, bahkan dalam beberapa hari ini puluhan anggota geng motor ditangkap saat berada di markas mereka.
Terbaru sebanyak 44 anggota geng motor dari berbagai kelompok berhasil diciduk di sarang masing-masing, baik yang berada di wilayah Cirebon timur, tengah, maupun barat.
Saat dilakukan penggerebekan di sarang geng motor, mereka sedang melakukan siaran langsung melalui kanal media sosial dengan mengacungkan senjata tajam mencari musuh untuk tawuran.
Selain itu pesta minuman keras kerap menghiasi di setiap sarang geng motor, bahkan ada beberapa yang mengonsumsi obat-obatan terlarang.
"Kami saat ini sedang melakukan pemberantasan, penyisiran, sekaligus juga pembersihan geng motor yang ada di Kabupaten Cirebon," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman.
Arif mengatakan kegiatan geng motor saat ini sudah meresahkan masyarakat dan mengganggu kondusifitas keamanan, sehingga pihaknya memerintahkan semua anggota termasuk Polsek jajaran untuk memburu mereka sampai ke sarangnya.
Pemberantasan geng motor merupakan komitmen Polresta Cirebon dalam memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.
Menurutnya tidak ada tempat bagi geng motor yang mengganggu kamtibmas di Kabupaten Cirebon.
"Kami tidak hanya menyasar geng motor yang melakukan konvoi, tetapi yang diam di markas juga disikat. Kami bergerak aktif dan responsif menyasar dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya untuk memberantas geng motor di Kabupaten Cirebon," kata Arif menegaskan.
Fenomena geng motor bukan hanya terjadi di Cirebon saja, namun ada juga di beberapa daerah lainnya, untuk itu perlu ada tindakan yang tegas, agar mereka tidak semaunya sendiri.
Selain itu pemerintah harus turun tangan untuk menghilangkan kenakalan remaja yang sering berujung petaka, agar aset bangsa tidak menjadi sia-sia. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Terpopuler: Warga Diminta Tak Percayai Ramalan Paranormal, Anak Hanyut di Sungai Cipelang Usai Latihan Pencak Silat
-
Live di Medsos Sambil Pesta Miras dan Acungkan Senjata Tajam, Puluhan Anggota Geng Motor Diciduk Polisi
-
Geng Motor di Cirebon Bubarkan Diri Usai Markasnya Digerebek, Bendera dan Kaos Bertuliskan GBR Digunting
-
Kejahatan Jalanan di Malam Hari Marak di Bandar Lampung, Polisi Sebut bukan Geng Motor
-
Lagi Asyik Pesta Miras, Polisi Gerebek Sarang Geng Motor di Cirebon, 9 Orang Berikut Barang Bukti Diamankan
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
-
Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat
-
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
-
MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info
-
Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist