Suara.com - TNI Angkatan Darat (AD) merupakan perangkat pertahanan negara untuk mengamankan wilayah perbatasan darat Indonesia. Tentara ini juga bertugas mengembangkan kekuatan darat melalui fisik, taktik dan armada yang ideal yang masing-masing kewenangannya berdasarkan daftar urutan pangkat TNI AD berikut.
TNI AD memiliki susunan jabatan dan kepangkatan yang diatur dalam dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Berdasarkan Perpres ini setidaknya ada 371 struktur jabatan dan kepangkatan yang ada di TNI, yang tersebar di Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.
Dilansir dari laman TNI AD, berikut rincian urutan pangkat TNI AD:
1. Pangkat Kehormatan
Pangkat kehormatan di kalangan AD dikenal dengan sebutan Jenderal Besar. Pangkat tersebut mempunyai lambang bintang lima emas. Hanya ada tiga orang yang mendapatkan pangkat kehormatan yakni Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, dan Jenderal Besar Soeharto.
2. Perwira Tinggi
Kepangkatan yang ada di AD ada empat yakni Jenderal, Letnan Jenderal, Mayor Jenderal, dan Brigadir Jenderal. Jenderal ditandai dengan lambang empat bintang emas yang merupakan pangkat tertinggi. Letnan Jenderal ditandai dengan lambang tiga bintang emas, yang berarti pangkat ini berada di bawah Jenderal.
Mayor Jenderal memiliki lambang dua bintang emas. Ini berarti posisinya di bawah Letnan Jenderal. Pangkat terakhir di perwira tinggi adalah Brigadir Jenderal dengan lambang satu bintang emas. Pakaian Dinas Lapangan perwira tinggi lambang yang diberikan adalah bintang dengan warna hitam.
3. Perwira Menengah
Struktur kepangkatan di perwira menengah AD adalah Kolonel, Letnan Kolonel, dan Mayor. Kolonel yang merupakan pangkat tertinggi di perwira menengah ditandai dengan lambang tiga bunga melati emas. Pangkat berikutnya adalah Letnan Kolonel yang ditandai dengan lambang dua bunga melati emas.
Pangkat Mayor adalah pangkat terendah di perwira menengah dan lambang yang dimiliki satu bunga melati emas. Pakaian Dinas Lapangan di struktur kepangkatan perwira menengah memiliki lambang melati dengan warna hitam.
4. Perwira Pertama
Struktur kepangkatan perwira pertama ada tiga yakni Kapten, Letnan Satu, dan Letnan Dua. Pangkat tertinggi pada struktur kepangkatan pertama adalah Kapten, diikuti dengan Letnan Satu, dan Letnan Dua. Pangkat Kapten ditandai dengan lambang tiga garis dengan warna emas.
Pangkat Letnan Satu ditandai dengan lambang dua garis yang memiliki warna emas. Yang terakhir pangkat Letnan Dua ditandai dengan lambang dua garis dengan warna emas. Pakaian Dinas Lapangan di struktur kepangkatan perwira pertama memiliki lambang garis berwarna hitam.
5. Bintara Tinggi
Berita Terkait
-
Fahri Fadilah Gagal Jadi Bintara Polri Akibat Buta Warna Parsial, Anggota DPR Bongkar Hasil Pemeriksaan Mata
-
Viral Calon Bintara Polri Gagal Pendidikan akibat Buta Warna Parsial, Kenali 6 Jenisnya!
-
Pengakuan Fahri Fadilah Calon Bintara Polri Yang Gagal Gegara Buta Warna: Saya Tak Melawan, Hanya Mencari Keadilan
-
Disebut Menghafal sehingga Lolos Tes Buta Warna, Fahri Bantah Polisi: Enggak Mungkin Saya Menghafal Buku Setebal Itu
-
Anak Gagal Masuk Calon Bintara Polri, Ibu Fahri Fadilah Khawatir Dengan Mental Sang Anak
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Menkeu Mau Pajaki Kapal Selat Malaka, TB Hasanuddin: Bisa Picu Konflik dan Boikot Internasional
-
Geger! 2 PRT di Benhil Nekat Terjun dari Lantai 4, Benarkah Karena Majikan Sadis?
-
GKR Hemas Raih KWP Award 2026: Budaya Bukan Cuma Warisan, Tapi Kekuatan Masa Depan
-
Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998
-
KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris
-
Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif
-
Burhanuddin Muhtadi Sebut Regenerasi Parpol Gridlock: Bukan Lagi Macet, Tapi Buntu Total
-
Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan
-
Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis
-
Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi